oleh

Prihatin Konflik India, 11 OKP Lintas Agama Gandengan Tangan

-Headline, Nasional-27.613 views

Jakarta, Berkeadilan.com – Insiden kekerasan dan persekusi umat Islam di India dewasa ini menjadi perhatian banyak kalangan, salah satunya adalah para organisasi kepemudaan (OKP) lintas agama di Indonesia.

“Kami menyatakan prihatin atas konflik antar agama yang terjadi di India yang telah menelan korban puluhan jiwa,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto dalam konferensi persnya bersama GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Peradah, Gemabudhi, Gema Mathla’ul Anwar, Gemaku, IPTI, Gemapakti, Pemuda Nahdlatul Wathan, dan GAMKI di Sekretariat Peradah, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).

Ia pun juga meminta kepada pemerintah India agar tidak mengeluarkan kebijakan yang justru memicu perpecahan di negeri hindustan itu.

“Meminta kepada Pemerintah India untuk tidak membuat kebijakan diskriminatif yang dapat menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Abdul Rochman menyerukan kepada masyarakat dunia untuk bersama-sama menjaga perdamaian.

“Mengajak pemimpin, negara, dan masyarakat dunia untuk berkomitmen menjadikan bumi sebagai rumah bersama bagi setiap agama, etnis, suku, dan golongan,” kata pria yang karib disapa Gus Adung itu.

Ia pun mengajak kepada seluruh pemimpin negara-negara di dunia untuk menjauhi peperangan apalagi sampai harus mengakibatkan korban jiwa.

“Kita harus bekerjasama membangun budaya toleransi dan inklusif, menghentikan peperangan dan konflik yang menyebabkan pertumpahan darah,” tuturnya.

Ketua Umum DPN Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, I Gede Ariawan menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tidah mudah terprovokasi dengan kasus yang terjadi di India. Sementara itu, ia meminta agar masyarakat lintas agama di Indonesia khususnya untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama.

“Menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan persoalan konflik antar agama yang terjadi di India dan tetap menjalin silaturahmi di antara masyarakat yang berbeda suku, agama, etnis, dan golongan,” kata Ariawan.

Dan Ariawan juga mewanti-wanti kepada pemerintah di seluruh lapisan baik pusat maupun daerah agar adil dalam menyikapi persoalan di masyarakat apalagi jika sudah berkaitan dengan hubungan antar agama. Fokusnya adalah bagaimana agar perdamaian antar agama di masyarakat dapat tetap terjaga.

“Pemerintah Indonesia harus selalu bersikap adil dan berdiri di atas semua golongan untuk menjaga kerukunan dan kedamaian bangsa,” pungkasnya.

Masih di dalam forum yang sama, Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Willem Wandik menyatakan pihaknya mendukung pemerintah untuk melakukan tindakan tegas dan terukur bagi siapapun yang melakukan kegiatan-kegiatan provokatif dan memicu konflik antar agama.

“Mendukung Pemerintah Indonesia dan aparat penegak hukum untuk melakukan pendekatan persuasif kepada kelompok-kelompok intoleran dan jika diperlukan melakukan tindakan tegas apabila ada yang berusaha menyebarkan ujaran kebencian, memprovokasi, serta mengganggu kebebasan beribadah dan kerukunan antar umat beragama di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk,” paparnya.

Terakhir, di dalam penyataan bersama itu, mereka pun mengajak semua anggota dan pengurus GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Peradah, Gemabudhi, Gema Mathla’ul Anwar, Gemaku, IPTI, Gemapakti, Pemuda Nahdlatul Wathan, GAMKI, dan organisasi kepemudaan lainnya di pusat maupun daerah untuk menjalin persaudaraan, saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam mencegah terjadinya konflik, mendorong koeksistensi, serta menjaga kebebasan beribadah dan kerukunan bagi setiap pemeluk agama di Indonesia. [RED]

Komentar

News Feed