oleh

Wisma Handayani Punya Program Komprehensif

-Life Style-9.858 views

Jakarta, Berkeadilan.com – Salah satu anak berinisial T yang ikut dengan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” mengatakan, bahwa balai yang juga dikelola oleh Kementerian Sosial memiliki program-program yang komprehensif. T sekarang telah menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat.
T pernah menjalani rehabilitasi sosial kurang lebih satu tahun, T sangat mersa bersyukur karena T bisa menjadi seperti saat ini, selain kuliah di juga bekerja sebagai EO (Event Organitation)

“Dalam memberikan pelayanan, BRSAMPK Handayani menerapkan program yang lengkap dan menyeluruh, mulai dari pertama kali kami datang, hingga memastikan kami dipegang oleh pengasuhan yang tepat,” kata P kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Bahkan ia juga menyebut program yang ada di BRSAMPK Handayani juga sangat disesuaikan dengan Pekerja Sosial (Peksos).

“Adapun yang dilaksanakan dalam rehabilitasi sosial adalah program yang sesuai dengan yang kami butuhkan yang terdiri dari terapi, pengasuhan sosial, dan dukungan keluarga. Itu yang saya tahu,” ujarnya.

Untuk memberikan suasana kekeluargaan, BRSAMPK Handayani menerapkan sistem cottage dimana anak dalam satu asrama atau rumah diasuh oleh satu keluarga sebagai keluarga pengganti. Keluarga asuh berfungsi untuk memberikan afeksi, kontrol, dan perlindungan terhadap anak.

Sedangkan program terapi yang diberikan adalah terapi fisik, terapi psikososial, terapi penghidupan dan terapi mental spiritual. Terapi fisik adalah program untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan fisik anak melalui olahraga setiap hari jum’at.

Dan ia juga menyebut, bahwa terapi psikosial adalah terapi utama dalam program ini. Dalam terapi psikosial, anak-anak akan menjalani terapi secara individu muapun dalam kelompok oleh pekerja sosial dan psikolog.

“Terapi ini seperti terapi kursi kosong, terapi EFT, konseling dengan psikolog dan bentuk terapi individual lainnya,” paparnya.

Kegiatan di BRSAMPK Handayani.

Perlu diketahui pula, bahwa BRSAMPK Handayani juga dilengkapi dengan fasilitas yang representative. Berdiri di atas lahan seluar 3,6 ha, BRSAMPK Handayani memiliki 10 asrama berkapasitas 5-8 anak, shelter dan rumah aman berkapasitas masing-masing 20 anak, poliklinik, dan ruang laboratorium terapi psikososial.

Program dan fasilitas yang mumpuni menjadikan BRSAMPK Handayni sebagai pusat rujukan nasional maupun internasional. Sejak tahun 2016, BRSAMPK Handayani telah menangani banyak kasus viral yang melibatkan anak. Seperti kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun di Bengkulu, kasus penghinaan terhadap Presiden Jokowi, kasus peretas situs KPU, anak-anak korban radikalisme orang tua pelaku bom, dan deportan returnis terpapar radikalisme dari Turki dan Suriah.

Pada tahun 2019, BRSAMPK Handayani juga memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi pelajar yang terlibat kerusuhan di Bawaslu, demo di kompleks gedung DPR/MPR, anak tidak terdokumentasi yang di deportasi dari luar negeri, serta banyak kasus lainnya.

Yang paling terbaru adalah menangani anak korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Hal ini mendapatkan apresiasi dari Ibu Negara Ibu Iriana Joko Widodo yang mengunjungi BRSAMPK Handayani pada 17 Februari lalu.

Kemudian untuk memberikan suasana kekeluargaan, BRSAMPK Handayani menerapkan sistem cottage dimana anak dalam satu asrama atau rumah diasuh oleh satu keluarga sebagai keluarga pengganti. Keluarga asuh berfungsi untuk memberikan afeksi, kontrol, dan perlindungan terhadap anak.

BRSAMPK Handayani menjadi pusat studi banding baik dari dalam negeri maupun luar negeri. BRSAMPK Handayani telah menerima kunjungan dari organisasi luar negeri maupun individu yang tertarik melakukan penelitan. Diantaranya UNODC, USAID, UNOCT-CTED, Hedayah Abudhabi, KOICA Korea, Kementerian Urusan Sipil dan Kesejahteraan Tiongkok, NCTV Belanda (Badan Anti Terorisme), dan organisasi lainnya. [REL]

Komentar

News Feed