oleh

Jika Omnibus Law Sengsarakan Buruh, KSPSI Siap Bertarung

-Nasional-15.105 views

Berkeadilan.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea menyatakan bahwa pihaknya akan tetap melawan Omnibus Law RUU Cipta Kerja ketika di dalamnya ada pasal yang cenderung mendiskreditkan kaum buruh Indonesia.

“Soal omnibus law sikap kita sangat jelas, dan doakan kami kita akan bertarung gagasan dengan DPR RI mulai tanggal 24 dan seterusnya,” kata Andi Gani di hadapan perwakilan pemerintah pusat dalam peringatan HUT ke 47 KSPSI di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2020).

Namun jika upayanya tak berhasil dalam pembahasan di tingkat legislatif, Andi Gani menyatakan jika elemen buruhnya siap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran demi memperjuangkan hak-hak kaum buruh Indonesia.

“Tapi Kalau kita kalah di DPR, maka kita akan kibarkan panji-panji organisasi untuk memperjuangkan hak-hak buruh,” tegasnya.

Apalagi menurutnya, KSPSI adalah organisasi buruh yang juga terbesar di Indonesia. Maka besar harapannya agar kekuatan mereka pun diperhitungkan khususnya dalam membela kepentingan kaum buruh.

“Kami federasi buruh terbesar menurut verifikasi dari pemerintah, dan saya harap ibu Menaker selalu tetap bersama buruh,” pungkasnya.

Di sisi lain, Andi Gani memberikan pesan bahwa pihaknya tetap akan membela Presiden Joko Widodo dalam kancah perpolitikan tanah air. Hanya saja soal kepentingan yang menyangkut kesejahteraan buruh, ia tegaskan KSPSI tetap on the track.

“Tidak akan pernah hilang cinta saya kepada pak Jokowi, tapi jiwa saya selalu bersama dengan buruh,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Andi Gani yang juga komisaris di PT Pembangunan Perumahan (PP) tersebut mengingatkan kepada siapapun termasuk anggotanya agar cerdas dan bijak dalam bersosial media khususnya dalam menyikapi perbedaan. Pun demikian, ia memberikan penekanan bahwa apapun yang terjadi sikap KSPSI tetap konsisten dan tegas berada di pihak buruh khususnya dalam konteks omnibus law RUU Cipta Kerja itu.

“Kalau di medsos jangan tulis sembarangan, jadi harus lebih dewasa hadapi perbedaan. Tidak hanya omnibus law, tapi semua kebijakan yang menindas buruh maka harus kita lawan,” tutur Andi Gani.

Namun apapun perjuangan dalam menyikapi kesejahteraan buruh, KSPSI tetap mengedepankan cara-cara yang konstitusional.

“Mohon doanya, agar KSPSI bisa jadi federasi terbesar naungan para buruh Indonesia. Dan perjuangan yang kami lakukan adalah perjuangan konstitusional, yang dilindungi oleh undang-undang,” tutupnya. [NOE]

Komentar

News Feed