oleh

BIMA : Proyek Senilai Hampir Rp 89 Milyar Harus Distop, Ini Alasannya

-Megapolitan-10.812 views

Jakarta, Berkeadilan.com – Sekjen DPP Barisan Insan Muda (BIMA), Syarief Hidayatulloh berencana menggelar aksi unjuk rasa di Balaikota DKI Jakarta untuk menyampaikan sikap protesnya terhadap Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang ditengarai tengah bermain mata dengan seorang pengusaha bernama Thamrin Anwar, yang juga merupakan Direktur Utama PT Araputra Fortuna Perkasa.

Ia mengaku sudah lama mencium gelagat kongkalikong proyek pengadaan barang senilai hampir Rp 89 miliar antara Disdik DKI Jakarta dengan pengusaha Thamrin Anwar itu. Hanya saja ia baru akan menyampaikannya kepada Gubernur DKI Jakarta setelah mendapati data yang lengkap.

“Sudah lama saya cium namun baru kali ini saya memberikan yang valid dan akanenyampaikan lepada Gubernur DKI Jakarta,” kata Syarief kepada wartawan, Jumat (21/2/2020).

Dalam agenda aksi yang rencananya akan digelar pada hari Senin (24/2) nanti, Syarief akan bersama dengan beberapa elemen ormas termasuk diantaranya adalah Barisan Umat Islam Kaffah (BUIKAFF) melaporkan detail dugaan kongkalikong tersebut kepada Gubernur Anies Baswedan.

Dimana ada proyek pengadaan barang berupa meja kursi di Dinas Pendidikan DKI Jakarta tersebut. Proyek pengadaan meja untuk murid sebanyak 76.224 unit kata Syarief ini harus diselamatkan karena nilainya cukup tinggi yakni sebesar Rp 40.854.158.400. Sedangkan untuk proyek pengadaan kursi murid sebanyak 76.224 unit dengan harga Rp 47.373.216.000, dan angka itu sudah termasuk PPN.

Disampaikan Syarief juga, bahwa ironisnya Thamrin Anwar dari Pt Araputra Fortuna Perkasa itu ditengarai bahkan bisa mengatur semua sejak lama di Dinas tersebut, karena mengklaim memiliki kedekatan tersendiri dengan Anies Baswedan maupun Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

“Hal ini lantaran Thamrin ini mengaku dekat dengan Gubernur dan dengan TGUPP,” jelas Syarief.

Hebatnya lagi, Syarief menuturkan bahwa proyek ini bisa diatur oleh Thamrin langsung, misalnya saja tentang pembagian pekerjaanya yang cukup karena menggunakan teknik kongkalikong itu.

“Ini harus di-stop karena dapat merugikan semua pihak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Syarief juga mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, Thamrin Anwar adalah sosok yang dianggap sangat kuat dan sekalipun di demo oleh siapapun berkali-kali tidak akan mempengaruhi, bahkan itu juga dikatakannya seperti yang diumbarkan oleh Thamrin sendiri.

“Beberapa bulan yang lalu juga telah didemo, memang terbukti tidak mempengaruhi karena banyak dikelilingi oleh orang kuat,” pungkasnya.

PT Araputra Fortuna Perkasa
Direktur Utama PT Araputra Fortuna Perkasa, Thamrin Anwar.

Oleh karena itulah, Syarief menyatakan bersama dengan beberapa elemen ormas pendukung Anies Baswedan akan mendatangi Balaikota DKI Jakarta sebagai upaya lanjutan agar kasus tersebut dapat disikapi langsung oleh sang Gubernur.

“Untuk kali ini BIMA akan terus mendesak kepada Gubernur DKI Jakarta untuk memanggil Kepala Dinas dan menghadirkan Thamrin,” tegasnya.

Komentar

News Feed