oleh

Tak Dilibatkan Dalam Pembahasan Jadi Alasan Buruh Tolak Omnibus Law

-Nasional-1.484 views

Berkeadilan.com – Berbagai macam penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) rupanya masih terus diupayakan.

Kehadiran tim pengkaji RUU bentukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), bahkan dinilai sebatas formalitas, karena sejak awal pembuatan draft RUU juga tidak melibatkan serikat pekerja.

“Hal ini membuat KSPI curiga, jangan-jangan tim yang dibentuk hanya sekadar formalitas. Seolah-olah kaum buruh dilibatkan dan diajak bicara, padahal nantinya tetap tidak ada perubahan yang berarti. Melihat kenyataan ini, kami tengah menyusun pokok-pokok pikiran penolakan draft RUU,” kata Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S Cahyono kepada wartawan, Sabtu (15/2/2020).

Selain itu, menurut Kahar jika RUU tersebut disahkan, maka pihaknya berencana bakal membuat gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan, aksi penolakan itu juga bakal dilakukan seperti mogok kerja oleh para serikat pekerja.

“Benar (menggugat ke MK), rencana itu ada. Kalau memang nanti disahkan, menggugat ke MK adalah salah satu upaya yang akan kami lakukan,” ucapbya.

“Aksi penolakan juga akan dilakukan. Bahkan jika dipaksakan, KSPI akan melakukan pemogokan nasional,” imbuhnya. []

Komentar

News Feed