oleh

Aktivis Buru Jakarta Kecam Pernyataan Prof Salim Said Soal Pulau Buru Tempat Pemulangan 600 Eks ISIS

-Berita Utama-27.189 views

Berkeadilan.com – Ketua umum Himpunan Mahasiswa Politik Nusantara (HASA POLNUS) Ibrahim Malik Fatsey (IMF) menilai pernyataan atau statemen sekaligus wacana yang disampaikan pengamat militer dan pertahanan Prof Salim Said terkait upaya karantina bagi eks kombatan ISIS, di Pulau Buru merupakan ide mundur dan kebodohan yang di pertontonkan.

“Kebodohan yang sangat konyol untuk generasi bila pernyataan demikian, pulau buru bukan tempat terjorok untuk pembuangan penyakit sosial kaya Eks ISIS” Kata Fatsey di jakarta, selasa, (11/02/2020)

Pasalnya, rencana pemerintah RI untuk mengembalikan 600 Warga Negara Indonesia (WNI) mantan anggota ISIS di Suriah menjadi perbincangan hangat di seluruh kalangan masyarakat. Kendati demikian, menurutnya pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mencari solusi atasi masalah tersebut juga tempat untuk menampung 600 Eks ISIS tersebut.

Pulau buru berovolusi maju dari sebelumnya di segala aspek. Dirinya sangat mengecam keras pernyataan Prof Salim Said menjadikan pulau buru untuk tempat Eks ISIS yang akan di pulangkan oleh pemerintah nantinya.

“Indonesia banyak pulau kosong, kenapa nggak dibuat pulau khusus dengan pengamanan ketat oleh negara untuk kejahatan besar juga Eks ISIS ini. Pulau Buru bukan termpatnya” Tegas Aktivis Akrabnya di sapa IMF itu

Penyamaan dengan penanganan (pembuangan) eks Tapol G30S PKI di Pulau Buru pada era 1965 lalu, satu kebodohan yang mau di pertontonkan kepada generasi baru nanti.

“ini Ide pak Prof Salim Said itu bagi kami satu kesalahan fatal dan kebodohan yang ingin dipertontonkan untuk generasi indonesia selanjutnya dan terkhusus untuk generasi buru. Sebagai generasi baru dari pulau bupolo (Buru) kami menolak adanya pernyataan dan kebijkan yang demikian. Sangat menolak.!! Katanya

Lebih jauh fatsey membeberkan untuk pemerintah tidak berupaya gegabah dalam memilih daerah – daerah lainnya untuk penempatan Eka ISIS yang mau di pulangkan. Kendati demikian dirinya berharap pemerintah lebih efektif mencari solusi wilayah strategis dan menjangkau serta ketat pengamanannya untuk pemulangan 600 Eks ISIS nantinya.

“Pemerintah kita harapkan mengatasi masalah tanpa harus menghadirkan masalah baru kedepannya” Tandas dia

Komentar

News Feed