oleh

Diaz Hendropriyono Tolak ISIS Dipulangkan ke Indonesia

-Polhukam-15.582 views

Inisiatifnews – Pro kontra pemulangan 600 eks WNI simpatisan ISIS masih jadi perbincangan hangat. Lebih banyak pihak yang tidak setuju dengan rencana tersebut.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Staf khusus (Stafsus) Presiden Bidang Isu Strategis, Diaz Hendropriyono. Ia mengatakan bahwa pemulangan WNI eks anggota ISIS mesti melalui kajian panjang. Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini tak mendukung WNI eks ISIS pulang kampung ke Indonesia.

“Ini sejalan dengan pendapat Presiden Joko Widodo, yang menolak jika WNI eks ISIS dipulangkan ke Indonesia,” kata Diaz, Minggu (9/2/2020).

Berdasarkan data yang ia terima, nyaris tidak ada negara yang mau menerima lagi warga negaranya pulang setelah menjadi bagian dari ISIS. Selain itu, melihat sudut pandang strategis dan keamanan, pemulangan eks ISIS sangat berisiko bagi keamanan negara.

“Seluruh elemen pemerintahan harus bersinergi, harus ada keseragaman dalam bersikap supaya satu visi. Sebab ini berkaitan dengan banyak aspek seperti keamanan, hukum, dan sosial,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono. Ia secara tegas menolak wacana ini sebelum ada aturan hukum yang jelas.

“Ini bukan hanya masalah di tataran Pancasila lagi, tapi sudah sampai ke tataran hukum negara yang konkret. Mereka pulang dan pergi ke Suriah bukan untuk membela negara dan mereka jelas sudah melanggar hukum yang ada,” kata Hendropriyono.

Dikatakan Hendropriyono, hukum di Indonesia belum ada yang mengatur soal pelanggaran tersebut. “Sekarang kalau mau kembali ke Indonesia, sementara hukum masih bisu, yang bicara bisa bisa senjata,” ingatnya.

Karena itu, Hendropriyono mengusulkan DPR dan pemerintah segera membuat aturan hukum yang jelas. Bisa berbentuk UU yang secara khusus mengatur antiradikalisme.

“Saya usul agar pemerintah dan DPR segera buat hukum antiradikalisme. Sehingga jika terjadi lagi sewaktu-waktu hiruk-pikuk seperti ini, rakyat tidak khawatir dan tenang,” ujar dia.

Komentar

News Feed