oleh

Menuju Hidup Yang Sukses

Oleh : Weinata Sairin

“Develop succes from failures. Discouragement and failure are two of the stepping stones to succes” (Dale Carnegie)

Hidup adalah anugerah Allah yang amat istimewa dan berharga. Kita sebagai orang yang beragama mesti bersyukur kepada Tuhan atas nafas hidup yang diembuskan ke dalam diri kita. Hidup adalah anugerah yang spesifik yang Allah berikan. Spesifik karena tidak semua orang diberikan hidup. Allah memiliki rencana khusus bagi setiap kita yang dianugerahkan hidup. Allah ingin agar hidup yang Ia anugerahkan itu dimanfaatkan optimal untuk kebaikan bagi banyak orang. Hidup itu benar-benar sebuah hidup sejati jika hidup itu tidak berhenti dan terpenjara pada diri sendiri, sikap introvert-egoistik, tapi hidup yang terarah kepada orang lain. Ya hidup yang ekstrovert-inklusiv, yang peduli dan empati terhadap orang lain, hidup yang menggarami, menerangi, meragi orang lain.

Tentu mewujudkan hidup seperti itu bukanlah hal yang mudah dan sederhana, sebab sikap introvert-egoistis menjadi sikap dominan manusia.

Oleh karena hidup adalah anugerah dan rahmat Allah maka agama-agama mengajarkan umatnya untuk memuliakan kehidupan. Menyia-nyiakan kehidupan antara lain dengan melakukan perbuatan melawan hukum, menggunakan/menjadi bandar narkoba, bunuh diri, membunuh orang lain, teror, pemerasan, korupsi, penipuan sangat dilarang oleh agama.

Bertolak dari pemahaman bahwa hidup adalah anugerah Allah maka hidup ini mestinya kita jalani dengan rasa syukur dan penuh tanggungjawab. Bisa saja terjadi ada awan duka yang hadir mewarnai kehidupan, atau tawa ria yang membahana dalam lorong-lorong kehidupan ; kesemuanya kita hadapi dengan enjoy. Jangan putusasa apabila ada kendala hidup, jangan trauma berhadapan dengan pengalaman pahit.

Dale Carnegie benar ketika dia berujar bahwa kekecewaan dan kegagalan adalah batu loncatan untuk merengkuh hidup sukses.

Mari terus merajut karya memberi makna bagi hidup yang Allah anugerahkan.

Jangan pernah meratapi kegagalan, jangan pernah menangisi hidup yang tidak sukses, jangan pernah terbelenggu oleh pengalaman traumatik masalampau yang berlumur kegagagalan. Tokoh-tokoh, para penemu, ilmuwan adalah orang yang pernah gagal, bahkan berkali-kali gagal dalam episode kehidupannya. Tetapi mereka selalu bangkit dan melihat kegagalan sebagai bagian dari pembelajaran hidup.

Siapapun, pada sektor dan level manapun pernah mengecap kegagalan.

Seorang besar adalah ia yang mampu bangkit dari kegagalan dan melangkah maju untuk meraih keberhasilan.

Selamat Berjuang,
God Bless !

Komentar

News Feed