oleh

FSPMI Cilegon Tolak Omnibus Law Yang Tidak Pancasilais

-Polhukam-11.024 views

Cilegon, Berkeadilan.com – Ratusan massa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cilegon bergerak menuju DPR RI. Mereka dipimpin langsung oleh Erwin selaku Komandan Lapangan yang juga Ketua FSPMI Kota Cilegon.

Aksi tersebut diawali dengan niat perjuangan untuk bangsa dan negara, serta utamanya untuk masa depan buruh Indonesia yang dianggap mereka semakin dikebiri oleh pemerintah. Yakni terkait dengan rencana DPR merevisi UU ketenagakerjaan dan Omnibus Law dinilai tidak Pancasilais dalam membuat Cipta Lapangan Kerja.

Erwin mengatakan bahwa kegiatan aksi unjuk rasa tersebut merupakan agenda nasional. Ia berharap apa yang dilakukan oleh elemen buruh tersebut bisa menjadi tolak ukur buruh dan pekerja Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

“Ini aksi nasional berdasarkan instruksi dari pimpinan pusat FSPMI,” kata Erwin, Senin (20/1/2020).

Sebelumnya, dalam briefing sebelum keberangkatan, Sekjend FSPMI Kota Cilegon Eko Purwanto menyampaikan jangan merasa aman, dan nyaman, karena upaya Omnibus Law adalah bentuk pengebirian Pemerintah kepada tenaga kerja Indonesia.

“Jika regulasi tentang ketenagakerjaan direvisi, dan yang revisinya tidak berpihak kepada kaum buruh, maka semua buruh di Indonesia dari sabang sampai merauke akan merasakan kedzholiman dari aturan pemerintah yang tidak Pancasilais,” tegas Eko.

Terkait dengan penolakannya itu, FSPMI Kota Cilegon juga diantaranya sudah menemui ketua fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaeni. Dengan harapan, pernyataan sikap penolakan keras Omnibus Law yang banyak merugikan pekerja/buruh dapat dibantu untuk dikawal oleh anggota parlemen di DPR RI itu.

(jiwa)

Komentar

News Feed