oleh

KSPI Sayangkan Direksi PT JLJ Tolak Dialog yang Diinisiasi Kepolisian

-Nasional-29.521 views

Berkeadilan.com – Sekretaris Jenderal Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), Sabda Pranawa Djati menyayangkan sikap manajemen PT Jalantol Lingkarluar Jakarta yang menolak adanya dialog dengan serikat pekerja yang diinisiasi oleh pihak Kepolisian.

“Kami menyayangkan sikap manajemen PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) yang menolak dialog dengan perwakilan dari KSPI dan ASPEK Indonesia, terkait permasalahan hubungan industrial antara Serikat Karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (SK JLJ) dengan manajemen,” demikian disampaikan Sabda Pranawa Djati, Rabu (8/1/2020).

Disampaikan Sabda, dia dan Muhamad Rusdi selaku Ketua Harian KSPI pagi ini hadir di PT JLJ untuk mengapresiasi inisiatif mediasi yang dilakukan oleh Wakasat Intel Polres Kota Bekasi untuk mempertemukan Direksi PT JLJ dengan KSPI dan ASPEK Indonesia, terkait kasus PHK sepihak yang melanggar UU Ketenagakerjaan terhadap Mirah Sumirat, Presiden SK JLJ.

“Saya dan Bung Rusdi dari pagi tadi sudah hadir di sekretariat SK JLJ dan siap melakukan dialog. Namun ternyata, informasi dari Pak Muhadi, Wakasat Intel Polres Kota Bekasi, pihak Direksi PT JLJ menolak dialog dengan perwakilan ASPEK dan KSPI. Kami hadir dengan itikad baik karena prinsipnya kami terbuka untuk dialog dan menghormati upaya Pak Muhadi”, ungkap Sabda.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Rusdi menegaskan, bahwa ada pelanggaran hukum yang terjadi di PT JLJ tersebut, yakni Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Permasalahan pelanggaran hukum ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Direksi PT JLJ telah menjadi perhatian serius di KSPI. KSPI melihat upaya PHK terhadap Bu Mirah Sumirat karena adanya mismanagemen yang terjadi di lingkaran manajemen PT Jasa Marga dan PT JLJ,” ujar Rusdi.

Apalagi kata Rusdi, aksi unjuk rasa dan upaya dialog antara pihaknya dengan PT JLJ juga sudau disampaikan kepada aparat kepolisian.

“Surat pemberitahuan aksi solidaritas untuk Mirah Sumirat juga telah dikirim oleh KSPI ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Rusdi menyatakan bahwa sekalipun pihak manajemen PT JLJ tidak mengindahkan upaya persuasif dari serikat pekerja, maka aksi-aksi selanjutnya tetap akan dilakukan.

“KSPI dan ASPEK telah menunjukkan itikad baik dengan hadir pagi ini. Kalau Direksi PT JLJ menolak dialog, bagi kami nggak masalah. Aksi solidaritas KSPI besok (9/1) akan terus dilakukan dan akan ada aksi lanjutan KSPI tanggal 20 Januari 2020 di kantor pusat PT Jasa Marga,” tegas Rusdi. []

Komentar

News Feed