oleh

PKPI : Mayoritas dan Minoritas Adanya Hanya di Data Statistik

-Polhukam-14.734 views

Inisiatifnews – Isu pelarangan ibadah atau sweeping saat perayaan hari keagamaan merupakan diskriminasi dan tekanan besar terhadap pemeluk agama minoritas.
Hal itu nyata-nyata melanggar konsitutusi dan kesepakatan para pendiri bangsa.

Ketum PKP Indonesia, Diaz Hendropriyono dalam akun twitter pribadinya menyatakan, bahwa bangsa Indonesia sama dalam perspektif hak asasi manusia (HAM).

“mayoritas dan minoritas itu adanya hanya di dalam statistik, waktu sensus biar tahu demografi. Tapi ketika bicara mengenai HAK, semua ya sama,” kata Diaz, Selasa (24/12/2019).

Maka dari itu, Diaz pun menyerukan bahwa seharusnya bangsa Indonesia bisa hidup saling bersinergi dan melindungi.

“Seharusnya kita semua saling melindungi, bukan saling menindas. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah,” tuturnya.

“Lagipula sudah nggak zaman lah kita membeda-bedakan. Susah amat mau ngerayain Natal aja,” imbuhnya.

Terkait dengan hal itu, Diaz meminta agar pemerintah bisa hadir dalam melindungi hak-hak sipil warga negaranya dengan baik.

“Sekali lagi saya tegaskan, pemerintahan daerah wajib hadir lebih intens untuk masalah-masalah seperti ini, agar masalah tidak menasional,” lanjut Diaz gemas.

Presiden Joko Widodo juga menegaskan konstitusi menjamin kebebasan setiap warga negara Indonesia untuk memeluk dan menjalankan agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing dan tidak membenarkan tindakan-tindakan pelarangan atau sweeping saat perayaan hari keagamaan.

Komentar

News Feed