oleh

Pembangunan Tol Cisumdawu Terhambat, TB. Hasanuddin: Karena Masalah Pembebasan Lahan

Berkeadilan.com, Sumedang – Menanggapi soal pembangunan Tol Cisumdawu, Anggota Komisi I DPR RI TB. Hasanuddin menyesalkan terlambatnya progres pembangunan Tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang Dawuan).

Dirinya mengatakan, persoalan utama keterlambatan Tol Cisumdawu yakni karena adanya lahan yang belum dibebaskan di wilayah Sumedang.

“Cisumdawu ini sudah terlambat beberapa bulan dari target. Harusnya 2019 ini sudah diresmikan, dan ruas yang paling bermasalah itu ada di wilayah Sumedang. Jadi ini jujur ya, harus kita akui masalahnya ada di wilayah kita (Sumedang),” ujar TB Hasanuddin, Kamis (19/12/2019).

“Konsekuensi dari tidak jalannya Tol Cisumdawu ini berakibat tidak bisa dipindahkannya bandaran dari Bandung ke Kertajati,” tuturnya.

Oleh sebab itu, terlambatnya pembangunan Tol Cisumdawu dari target yang ditetapkan pemerintah ini berakibat terhambatnya operasional Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.

“Pesawat sudah ada di sana (Kertajati) tapi penumpangnya lebih memilih ke Jakarta dari pada ke Kertajati. Dari laporan yang kami terima, akibat tidak beroperasinya Bandara Kertajati ini untuk operasional satu bulan saja habis Rp 5 miliar. Kalau Bandung tidak pindah ke Kertajati, kan rugi itu,” tuturnya.

Karena itu, dia berharap, percepatan Tol Cisumdawu menjadi fokus utama pemerintah pusat sehingga dapat segera dituntaskan.

“Jadi untuk pembebasan lahan tol ini akan segera dituntaskan, karena pembangunan tol ini jadi fokus utama pemerintah saat ini. Dan pada awal-awal tahun 2020 ini, masalah pembebasan lahan ini diharapkan selesai,” tutupnya. (red/Kompas)

Komentar

News Feed