oleh

Muhammadiyah Bakal Seret Wall Street Journal ke Meja Hijau Jika Tak Minta Maaf

-Nasional-15.787 views

Berkeadilan.com – Ketua Umum PP Muhammadiyah, KH Haedar Nashir menilai bahwa pemberitaan Wall Street Journal terkait dengan pemberitaan Muslim Uighur di Xinjiang China.

“Kami menyesalkan pemberitaan Wall Street Journal yang menyebutkan adanya fasilitas dan lobi-lobi Pemerintah Tiongkok terhadap PP Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dan Majelis Ulama Indonesia sebagai upaya mempengaruhi sikap politik Muhammadiyah, NU, dan MUI atas permasalahan HAM di Xinjiang,” kata Haedar Nasir dalam siaran persnya di Gedung Pusat PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Bagi guru besar Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu, pemberitaan yang disampaikan oleh media Amerika Serikat tersebut tidak berdasar sama sekali.

“Pemberitaan tersebut sangat tidak berdasar dan fitnah yang merusak nama baik Muhammadiyah, NU, dan MUI,” ujarnya.

Maka dari itu, Haedar Nasir pun mendesak kepada media tersebut untuk meralat pemberitaan yang dianggap menyesatkan itu.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak agar Wall Street Journal meralat berita tersebut dan meminta maaf kepada warga Muhammadiyah,” tuntutnya.

Jika tidak, ia pun menyampaikan akan melakukan upaya hukum lanjutan untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Apabila hal tersebut tidak dipenuhi, Muhammadiyah akan mengambil langkah hukum sebagaimana mestinya,” tegas Haedar.

Sebelumnya, media Wall Street Journal memberitakan bahwa pemerintah China sudah membungkam ormas Islam untuk diam dalam kasus kekerasan dan pelanggaran HAM terhadap umat Islam di Uighur, Xinjiang, China.

Menyikapi pemberitaan tersebut, Ketua Hubungan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah sekaligus Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyiddin Junaidi menegaskan, bahwa integritas ormas dan lembaga Islam di Indonesia tidak pernah menjual integritasnya.

“Kami tegaskan, no money, no corruption. kami ormas Islam tetap istiqamah, tidak akan menjual harga agama dengan sangat murah,” tegasnya.

Komentar

News Feed