oleh

PPJNA 98 Nilai Majunya Gibran Bobby Jadi Bandul Demokrasi

-Polhukam-16.808 views

Jakarta, Berkeadilan.com – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda menilai bahwa kontestasi Pilkada 2020 mendatang akan sangat menarik. Pasalnya, putra sulung dan menantu Presiden Joko Widodo akan ikut dalam perhelatan politik elektoral itu, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution.

Bagi Anto, ikutnya Gibran yang merupakan putra sulung dan Bobby yang merupakan menantu Jokowi tidak ada yang salah. Hal ini karena merupakan hak demokrasi warga negara.

“Siapapun warga negara Indonesia memiliki hak demokrasi ikut andil menjadi calon dalam pilkada serentak 2020. Sama halnya dengan Gibran dan Bobby anak dan mantu Presiden Jokowi berhak untuk ikut bertarung menjadi kontestan Calon Walikota Solo dan Calon Walikota Medan,” kata Anto dalam keterangan persnya, Senin (16/12/2019).

Anto juga tak menampik bahwa majunya Gibran dan Bobby dalam Pilkada 2020 akan menjadi beban tersendiri bagi Jokowi, apalagi ia merupakan Presiden Indonesia aktif saat ini.

“Maju Gibran dan Bobby menjadi ujian berat bagi Bpk Jokowi sendiri untuk tetap menjaga integritasnya jangan melakukan intervensi memamfaatkan sarana prasarana jabatan kekuasaan untuk memenangkan Gibran dan Bobby dalam Pilkada Kota Solo dan Kota Medan,” ujarnya.

Di sisi lain, Jokowi sebagai bapak dan dari keduanya juga tidak bisa melarang hak demokrasi anak dan menantunya itu.

“Bapak Jokowi sendiri tidak bisa melarang Gibran dan Bobby untuk tidak maju dalam Pilkada karena itu hak demokrasi, siapapun boleh maju menjadi calon dalam pilkada,” imbuhnya.

Di sisi yang lain pula, Anto juga memandang bahwa stigma negatif masyarakat terhadap majunya Gibran dan Bobby juga tidak bisa ditampik. Keduanya akan menjadi bandul di dalam demokrasi yang ada di Indonesia.

“Menyimak polemik Nepotisme dengan majunya Gibran dan Bobby hal yang wajar, karena majunya Gibran dan Bobby menjadi bandul demokrasi membuat heboh hajat demokrasi Pilkada serentak 2020,” tuturnya.

Bahkan apapun ruang gerak yang dikakukan baik Gibran maupun Bobby, keduanya tidak akan bisa menanggalkan baju kebesaran mereka sebagai anak dan menantu Presiden.

“Apapun pergerakan Gibran dan Bobby akan menjadi sorotan publik karena anak dan mantu Presiden Jokowi,” tambahnya.

Situasi semacam ini dikatakan Anto bisa memberikan dampak positif bagi keduanya, karena akan mudah sekali membangun popularitas mereka berdua.

“Hal itu justru akan menguntungkan Gibran dan Bobby sebagai calon walikota semakin dikenal oleh masyarakat pemilih di Solo dan di kota Medan,” tambahnya.

Sementara terkait dengan potensi adanya tuduhan bahwa terjadi praktik nepotisme dalam majunya Gibran dan Bobby akan bisa dibantah, jika keduanya bertarung secara sehat.

“Tuduhan nepotisme pada Gibran dan Bobby itu akan terbantahkan dengan sendirinya malahan akan menguntungkan bagi Gibran dan Bobby ketika Gibran dan Bobby dalam proses pertarungan Pilkada Solo dan Pilkada Kota Medan bertarung secara sehat tidak menggunakan atau memanfaatkan fasilitas dan sarana prasarana kekuasaan yang dimiliki Jokowi sebagai Presiden,” pungkasnya.

Dan bagi Jokowi, Anto juga mengatakan kedua putranya itu akan sukses dalam Pilkada 2020 ketika ia sebagai Presiden aktif tidak cawe-cawe.

“Juga Pak Jokowi sebagai Presiden akan tetap konsisten membiarkan anak dan mantunya bertarung secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan dari rakyat Solo dan Rakyat Kota Medan,” sambung Anto.

Lebih lanjut, Anto juga memandang majunya Gibran dan Bobby akan menjadi pendidikan politik bagi seluruh rakyat Indonesia ke depannya.

“Majunya Gibran dan Bobby menjadi pembelajaran demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia dan ujian terpenting untuk elit politik khususnya untuk Bapak Presiden Jokowi sebagai Pemimpin Seluruh Rakyat Indonesia,” tegasnya.

Terakhir, ia berharap agar Pilkada 2020 menjadi ajang yang sehat dalam menjaga iklim demokrasi di Indonesia.

“Mari kita wujudkan Pilkada Serentak 2020 sebagai momentum demokrasi sehat bukan demokrasi transaksional untuk menjaga agenda amanah perjuangan reformasi,” tutupnya. []

Komentar

News Feed