oleh

Cap Jempol Darah Warnai Penolakan Penggantian Nama Bandara NTB

Lalu Hizzi, tokoh aktifis Lombok Tengah

Mataram NTB, Berkeadilan.com
Surat yang di tanda tangani Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah nomor: 550/375/Dishub/2019, perihal Pelaksanaan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor: 1421 mendapat reaksi penolakan keras dari berbagai lapisan masyarakat, terutama masyarakat Lombok Tengah, yang sejak awal melakukan penolakan dengan menandatangani kain putih berukuran ratusan meter atau tanda tangan petisi dan cap jempol darah.

Dalam surat tersebut, Bandara Internasional Lombok (BIL) atau Lombok International Airport (LIA) diubah namanya menjadi Bandara Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

Beberapa baleho dan famlet yang bertuliskan “BIL/LIA HARGA MATI” juga terpampang dimana-mana dan ikut mewarnai aksi protes terhadap SK Menteri Perhuhungan 1420. terkait pergantian nama bandara waktu itu.

Lalu Hizzi, salah satu tokoh muda dan pentolan LSM Lombok Tengah itu juga ikut dalam aksi protes tersebut, bahkan setelah itu Hizzi memimpin aksi protes lanjutan ke DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Diakui Hizzi yang tergabung dalam koalisi penolakan itu, mereka diterima oleh Ketua DPRD, beberapa unsur pimpinan, Kepala Dishub Provinsi dan Ketua MAS (Majelis Adat Sasak). Para pihak yang hadir dalam hearing itu adalah unsur-unsur yang diklaim Pemkab NTB dibawah kemimpinan TGB saat itu dan tidak satupun pihak yang hadir waktu itu mengaku kalau mereka pernah diundang dan dilibatkan dalam rencana pergantian nama bandara.

“Dengan jelas Ketua DPRD Provinsi dan unsur pimpinan serta MAS saat itu mengaku tidak pernah dilibatkan dalam rencana pergantian nama bandara,” tegas Hizzi.

Pemkab Lombok Tengah juga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam rencana itu, sebagai daerah yang ketempatan lokasi bandara.

Menurut Hizzi, usulan itu tidak prosedural dan melanggar etika kehidupan berbangsa. Lanjut Hizzi, pihaknya dan seluruh lapisan masyarakat Lombok Tengah dan NTB umumnya akan menggelar aksi penolakan dan mendesak Gubernur mencabut surat perintah pelaksanaan pergantian itu dan jika tidak diindahkan, dia mengancam akan memblokade tolgate bersama masyarakat desa lingkar bandara.

“Saya akan mengajak masyarakat desa lingkar bandara dan seluruh lembaga, ormas yang tergabung dalam aksi nanti untuk memblokade tolgate jika tidak diindakan,” kata Hizzi mengancam.

Nama BIL/LIA sudah Familiar “sudah itu saja, apalagi semua akan dirubah termasuk plang nama dan petunjuk arah ke bandara sepanjang jalan di pulau Lombok ini, kan ribet dan menambah biaya dan pekerjaan, masih banyak hal yang lebih urgent yang harus menjadi perhatian pemerintah,” tutup Hizzi.

Seperti diketahui, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Zulkifliemansyah memerintahkan PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional Lombok atau Lombok International Airport (LIA) untuk mengubah nama bandara menjadi Bandara Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

Hal tersebut untuk melaksanakan surat keputusan yang dikeluarkan Menteri Perhubungan RI Nomor 1421 Tahun 2018 tentang perubahan nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) yang berada di Kabupaten Lombok Tengah.

Surat tertanggal 5 Nopember 2019 itu ditandatangani oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah yang dikeluarkan merujuk pada surat keputusan Menteri Perhubungan RI tentang perubahan nama bandara Lombok menjadi Bandara Zainuddin Abdul Madjid. (Sr)

Komentar

News Feed