oleh

Diskusi Industri Pertahanan, TB. Hassanudin Bicara Peluang Industri Alutsista 

Derkeadilan.com, Jakarta -Perfekto Indonesia Strategi Partner for Bussines and Communication menggelar serial diskusi publik, bertempat di Atjeh Connection, Gedung Sarinah lt. 2, Jakarta Pusat.

Mengangkat tema Future of Indonesia, ”Peluang dan Tantangan Pengembangan Industri Pertahanan”. dengan narasumber yang hadir diantaranya ; TB. Hahasanuddin ( Komisi I DPR RI), Deddi Sitorus (Komisi VI DPR RI, Wahyu Trenggono (Wakil Menteri Pertahanan RI), Ahmad Bambang, ( Coorporate Management Expert).

Tb. Hasanuddin sebagai salah satu narasumber menuturkan, sebagai negara yang besar sudah saatnya kita mandiri dalam industri Alutsista di kawasan, khususnya Asia Tenggara jelas TB Hasanuddin.

” Tentara kita TNI saat ini paling disegani. Khususnya terkait Kemandirian Industri Alutsista dan produksi BUMN kita, Negara sahabat, Filipina, Malaysia, Timor Leste, serta Thailand semakin melirik Alutsista produksi dalam negeri Indonesia. ” , ujar TB Hassanuddin Komisi I DPR RI.

Diskusi yang berjalan tiga sesi tersebut juga turut menyoroti perkembangan perusahaan, khususnya Industri BUMN Alutsista.

Dikutip melalui media tempo.co, rabu (6/11) Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono menilai potensi yang dimiliki oleh perusahaan alutsista tanah air cukup tinggi. Hal ini ia simpulkan setelah kemarin sempat menyambangi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Wahyu Sakti Trenggono berkunjung ke PT Pindad kemarin (6/11). Mereka melihat langsung kemampuan industri pertahanan (inhan) dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dapat menyetop impor alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari luar negeri. Prabowo diharapkan dapat memanfaatkan anggaran kementerian untuk memacu pengembangan industri strategis di bidang pertahanan. (red)

 

Komentar

News Feed