oleh

Kamis Besok, DPR Bakal Cecar Menag Soal Cadar dan Celana Cingkrang

-Nasional-19.757 views

Berkeadilan.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang menilai bahwa wacana pelarangan celana cingkrang dan cadar di lingkungan Kementerian Agama justru memperumit keadaan. Apalagi menurutnya, terkait dengan kostum Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya ada dua kementerian yang mengaturnya.

“Agak rumit ya kalau itu. Karena urusan pakaian ASN kan ada di Kemendagri, ada di Kemen PAN-RB, memang sudah ada. Yang diperlukan itu adalah ketegasan menegakkan peraturan. Jadi tidak ada yang kaget sebelumnya kalau itu, karena memang sudah ada peraturannya,” kata Wakil Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang kepada wartawan, Rabu (6/11/2019).

Ia juga memperingatkan kepada Menteri Agama Fachrul Razi agar tidak mengeluarkan pernyataan yang justru akan berdampak sangat kontroversi di kalangan masyarakat. Apalagi wacana tersebut bukan ranah kementeriannya.

“Tapi bagi saya begini, Menteri Agama berkonsentrasi saja pada tupoksinya,” tuturnya.

Kemudian ia juga menilai bahwa Kementerian Agama sebaiknya lebih fokus bagaimana membentuk dan membangung moral masyarakat berdasarkan agama.

“Secara umum menjadikan agama sebagai moral kita, jadi moral politik, bermasyarakat, berekonomi, moral menjadi aparatur. Jadi agama itu menjadi landasan kita untuk berlaku, bertindak. Kalau itu yang dikerjakan oleh Kemenag maka character building kita itu landasannya moral agama,” ujarnya.

Rencananya persoalan cadar dan celana cingkrang yang sempat dilontarkan oleh Menteri Fachrul Razi akan dipertanyakan oleh DPR RI dalam rapat antara Kemenag dengan DPR RI pada hari Kamis (7/11) besok.

“Tapi kita lihat saja hari Kamis, tentu pimpinan hanya membuka ruang dan kesempatan bagi para anggota untuk menyampaikan pandangan, bahkan kritikan, bahkan penolakan,” terangnya.

Perlu diketahui, bahwa Fachrul Razi menyampaikan bahwa wacana tentang celana cingkrang alias celana ngatung dengan cadar memang sengaja diwacanakan ke publik untuk melihat reaksi yang muncul.

Ia berharap ketika nantinya kebijakan tentang kostum Aparatur Sipil Negara (ASN) diterapkan oleh pemerintah pusat, masyarakat pun tidak terlalu terkaget-kaget.

“Berkaitan dengan celana gantung atau kaitan dengan nikab apa cadar dan sebagainya sehingga gaungnya sudah duluan kita buat sehingga pada saat muncul aturan mudah-mudahan orang tak berkejut lagi,” kata Fachrul Razi di Jakata, Selasa (5/11).

Fachrul mengatakan masalah cadar tidak berkaitan langsung dengan ketakwaan seseorang. Dia memberi ilustrasi soal aturan membuka helm di suatu kawasan terkait keamanan.

“Jadi dengan demikian jangan dilihat orang yang pakai cadar kemudian takwanya sudah baik banget. Kemudian kalau ada larangan untuk masuk ke tempat-tempat tertentu untuk harus membuka helm dan menampakkan muka supaya bisa dilihat siapa yang masuk, bisa dilihat CCTV, orang nggak terkejut lagi,” ujar dia. []

Komentar

News Feed