oleh

Survei Bisa Uji Seberapa Besar Elektabilitas Gibran Jadi Walikota Solo

-Politik-9.974 views

Berkeadilan.com – Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai bahwa Gibran Rakabuming Raka sudah memiliki modal sosial untuk maju di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Solo. Walaupun, diakuinya bahwa usia Gibran masih muda yakni 32 tahun.

“Menurut saya Gibran sudah memiliki modal sosial (social capital) sebagai bekal dalam mengikuti kontestasi Pemilihan Wali Kota Solo,” ujar Karyono kepada wartawan, Jumat (25/10/2019).

Walaupun masih usia muda, kata dia, Gibran sudah memiliki branding sebagai pengusaha muda dan tentu saja diperkuat oleh statusnya sebagai putra Presiden.

“Tingkat pengenalan (popularitasnya) mungkin sudah menembus di atas 80 persen. Karena nama Gibran sering menjadi perbincangan publik, tidak hanya di Solo tetapi di tingkat nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, popularitas adalah salah satu modal bagi kandidat. Namun, lanjut dia, untuk mendapatkan dukungan luas, tidak cukup hanya mengandalkan popularitas, tapi juga akseptabilitas.

“Seberapa besar publik menerima dan menaruh kepercayaan kepada Gibran untuk memimpin Kota Solo. Ini yang masih perlu diuji nanti. Mengujinya bisa melalui survei,” tuturnya.

Dia melanjutkan, dengan survei pula dapat diketahui seberapa besar pengaruh partai dan nama besar Presiden Jokowi dalam meningkatkan elektabilitas Gibran.

“Menurut asumsi saya, jika Gibran didukung oleh PDIP ditambah pengaruh Jokowi bisa mendongkrak elektabilitasnya,” katanya.

Karena, tambah dia, Solo memang basis militan PDIP dan Jokowi adalah mantan Wali Kota Solo yang memiliki akar kuat di kota batik yang menjadi tempat kelahirannya.

Perlu diketahui, bahwa Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka bersilaturahmi ke kediaman Presiden RI Kelima yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10). Dia mengendarai sebuah mobil minibus merek Toyota dengan nomor polisi B 1024 RFQ.

Usai turun dari mobil, dia melambaikan tangan ke awak media. Sejumlah orang yang sepertinya merupakan staf Gibran, lalu mengikuti dengan membawa sejumlah bungkusan makanan. Salah satunya dengan kotak bertuliskan ‘Gudeg Kendhil’.

[]

Komentar

News Feed