oleh

Minta Agar “Mr R” Diperiksa, Mahasiswa Malah Diusir di Depan KPK

Jakarta, Berkeadilan.com – Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) kecewa dengan tindakan pengusiran oleh preman saat berunjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dimana di dalam tuntutan mereka adalah agar lembaga antirasuah itu bisa mengusut tuntas Muhammad Riza Chalid yang disebunya sebagai “Mr R” diduganya sebagai mafia migas di PT Petral.

“Tadi siang jam 12.35 WIB, kami unjuk rasa. Pas sampai pintu masuk KPK, kami dihadang dan sempat ribut dan dipukul mundur oleh sekelompok preman, yang diduga orang suruhannya inisial R,” kata Ketua Presidium APMAM, Afandi Somar dalam keterangannya, Selasa (15/10/2019).

Kemudian, Afandi juta menyampaikan bahwa Riza Chalid ini memiliki peran pentin dalam kasus mafia minyak di PT Petral, yang sebetulnya perusahaan itu telah dibubarkan oleh pemerintahan Jokowi.

“PT. Petral sudah lama (2015) ditutup operasionalnya, namun mafia migas yang diduga otak intelektualnya Muhammad Rizal Chalid masih berkeliaran,” ucap Afandi.

“Olehnya, kami mendesak KPK untuk segera mengejar Muhammad Rizal Chalid untuk diperiksa dan diadili sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Afandi S menyebutkan, KPK sudah memeriksa sejumlah petinggi PT. Petral. Namun, KPK tidak pernah memeriksa Muhammad Rizal Chalid yang diduga menjadi aktor utama mafia migas di PT. Petral.

Sebelumnya, Afandi menyebutkan pihaknya sempat diperhadapkan dengan sejumlah kelompok preman saat berdemo di depan KPK yang diduga merupakan utusan dari Muhammad Rizal Chalid dan PT. Petral.

“Muhammad Rizal Chalid semakin menunjukkan ketakutan yang besar, sampai harus mengutus preman untuk menghadang kami melakukan aksi unjuk rasa di KPK,” terang Afandi.

Selain, masa APMAM juga mendesak presiden mengeluarkan surat instruksi kepada KPK untuk mengejar Muhammad Rizal Chalid atas dugaan kasus mafia migas di PT. Petral yang sebelumnya sudah dibubarkan oleh presiden karena dianggap merugikan negara triliunan rupiah.

“Kami mendesak pak presiden Joko Widodo untuk segera menyurati KPK untuk menangkap Muhammad Rizal Chalid terkait mafia migas di PT. Petral,” tutupnya. []

Komentar

News Feed