oleh

Surat Kecil Untuk Pa Tuan Duka

Assalamualaikum, Wr, Wb.
Salam Hormat
Ale Rasa Beta Rasa Katong Sama-sama Rasa

Mungkin bagimu kehadiran kami hanya membuat kalian terbeban untuk, mungkin kehadiran kami membuat kalian lalai dalam mengurusi negara dan kekuasaan yang sekarang menjadi peributan di singgasana.

Padahal Bagi kami dan kehadiran kami di hadapan pa duka tuan hanyalah meminta lihatlah kami karena kejadian ini bukan karena datang dari kami dan ulahnya dari kami semua itu adalah teguran, semua itu suda di atur oleh pemilik dunia, Sang Halik.

Wahaii….. pa duka Tuan siapa lagi yang harus kami tempuh kalau bukan kepada pa duka, siapa lagi yang kami harus mengaduh kalau bukan pada pa duka, kami mohon dan meminta kepada pa duka lihatlah negeri ini, negeri di mana menjadi perebutan bangsa asing, negeri di mana menjadi titik sentral para perebut kedawlatan, negeri di mana menjadi slogan adu domba, hari ini kehadiran kami hanya meminta dan memohon lihatlah negeri ini.

Hari ini negeri yang memiliki sejarah panjamg, negeri yang mungkin jadi panutan menjadi beban bagi pa duka dan pengikutnya paduka, jika kami dengar dan menyimak perkataan paduka di saat pesta kekuasaan itu datang, bukankah pa duka pernah berkata berteriak bahwa Maluku adalah Indonesia dan Masyarakat maluku adalah masyarakat Indonesia.

Tapi hari ini rakyar Maluku menjerit tangis di atas puing-puing Ruma mereka, menjerit tangis di atas reruntuhan rumah yang di goncang bencana.

Wahaii…. pa tuan duka kehadiran kami bukan menjadi beban dan menjadi pemberotakan di negeri ini. Kehadiran kami hanya mengaduh dan meminta pertolongan kepada paduka tuan yang memimpin di negeri yang mungkin sudah berpuluh tahun merdeka.

Paduka Tuan sekali lagi kami berkata dengan kata hati kami kehadiran kami hanya meminta dan memohon lihat kami, lihat kami karena kami adalah rakyatmu, kami adalah generasi, pewaris peradaban di negeri ini, estafet kekuatan di negeri ini.

Maka dengan ini, dengan keterpanggilan hati dan jiwa kami ingin bertemu di hadapan patuan duka lihatlah Rakyatmu, lihatlah negerimu dan lihatlah negeri para raja-raja, negeri para kapitan dan negeri para kolano.

Sekian

Hormat Saya

Hasby Adam Alfaraby

Komentar

News Feed