oleh

PDIP Tangsel Marah Ada Surat Edaran “Ngaco” Atasnama Camat Ciputat

Jakarta, Berkeadilan.com – Jagat sosial media tengah dihebohkan dengan surat edaran dari Camat Ciputat, bahwa ada imbauan agar pegawai perempuan yang berada di lingkungan Kecamatan Ciputat untuk mengenakan gamis hitam setiap hari Jumat.

Mendapati surat edaran yang viral itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan, Wanto Sugito bereaksi. Jika benar surat edaran itu dikeluarkan oleh Camat Ciputat, ia dengan tegas mengecamnya.

“PDI Perjuangan Tangerang Selatan mengecam keras beredarnya draft surat perintah dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Ciputat tertanggal 9/10/2019 meski belum terisi nomor surat dan belum ditandatangani Camat Ciputat Andi Patabai, terkait perintah kepada seluruh pegawai perempuan se kecamatan Ciputat untuk menggunakan pakaian gamis hitam setiap hari Jumat,” tulis Wanto Sugito dalam siaran pers yang diterima wartawan, Sabtu (12/10/2019).

Kemudian ia juga menilai bahwa materi surat edaran tersebut bisa mengancam keberagaman di wilayah Tangerang Selatan, khususnya Kecamatan Ciputat.

“PDI Perjuangan Tangerang Selatan sangat menganggap surat tersebut akan berdampak dan mengganggu keragaman di Tangerang Selatan karena telah menonjolkan politik identitas yang sangat diskriminatif,” ujarnya.

Selanjutnya, Aktivis 98 UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini pun meminta agar pejabat pemerintahan di atasnya yakni Walikota Tangerang Selatan mengambil sikap tegas untuk mengusut surat tersebut.

“PDI Perjuangan Tangerang Selatan meminta kepada Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan untuk memanggil dan mengevaluasi Camat Ciputat untuk diklarifikasi kebenarannya,” pungkasnya.

“Jika benar atas inisiasi Camat Ciputat, diharapkan ada sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Selain itu, Wanto Sugito yang karib disapa Klutuk itu menyatakan, bahwa Tangerang Selatan adalah wilayah yang heterogen dan menjunjung nilai-nilai di dalam perbedaan.

“PDI Perjuangan Tangerang Selatan menganggap harga mati Tangsel merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang di dalamnya terdapat perbedaan golongan, suku, budaya dan agama sehingga wajib hukumnya untuk tidak mengeluarkan surat dalam bentuk apapun yang diskriminatif dan mengganggu kebhinekaan yang telah dirintis oleh para pendiri bangsa,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa muncul surat edaran dengan kop pemerintah Kecamatan Ciputat yang mengimbau agar pegawai perempuan menggunakan gamis hitam setiap hari Jumat.

Meskipun surat tersebut tidak terdapat tanda tangan Camat Ciputat yakni Nadi D Patabai serta nomor surat yang lengkap, namun foto draft surat tersebut sudah hangat menjadi perbincangan netizen. []

Komentar

News Feed