oleh

Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 Kawal Pelantikan Jokowi

-Polhukam-147 views

Bogor, Berkeadilan.com – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, Anto Kuaumayuda menilai bahwa menjelang jadwal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan KH Maruf Amin, banyak sekali rintangan yang harus dilalui, yakni kelompok yang masih ingin menggagalkannya.

“Kelompok-kelompok kepentingan jahat tidak akan henti-hentinya melakukan upaya konspirasi jahat akan menggagalkan pelantikan presiden terpilih untuk sekaligus menjatuhkan Jokowi,” kata Anto dalam aksinya bersama Gerakan Indonesia Satu di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019).

Alasan mengapa banyak sekali pihak yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi dan menjatuhkannya sebelum jadwal pelantikan berlangsung tanggal 20 Oktober 2019 itu, Anto berpendapat bahwa masa depan Indonesia ke depan bisa menjadi lebih baik. Sementara mereka yang ingin menggagalkan pelantikan Presiden terpilih hasil Pilpres 2019 itu tak mau momentum emas itu diraih Indonesia.

“Karena momentum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah pintu gerbang emas,” ujarnya.

Momentum emas itu disebut Anto adlah Hijrah Nasional. Dimana Indonesia akan berubah menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera lagi dibanding sebelumnya.

“Momentum hijrah nasional rakyat Indonesia bersama Bapak Jokowi dan Bapak KH Maruf Amin untuk menuju Indonesia maju, mandiri dan sejahtera,” terangnya.

“Hijrahnya Indonesia dari situasi masa lalu yang buruk dari praktek KKN ke arah yang lebih baik bersih dari KKN,” sambungnya.

Kemudian hijrah nasional ini juga ditandai dengan upaya pemindahan Ibukota Indonesia.

“Hijrahnya Indonesia dengan pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan,” tandasnya.

Tidak hanya itu saja. Ada yang juga tak kalah penting dalam hijrah nasional yang disebutnya itu. Anto mengatakan hijrah nasional di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo adalah terpilihnya para generasi bangsa Indonesia terbaik untuk membantu kinerja pemerintahan yang memiliki integritas sangat baik.

“Hijrahnya Indonesia dengan Bapak Jokowi memilih para Menterinya yang bersih, jujur, sederhana punya integritas dan bersih dari masa lalu yang kelam, memilih orang sekeliling yang benar benar totalitas bekerja berjuang semata mata untuk kemajuan rakyat bangsa dan negara,” paparnya.

“Bukan unruk kepentingan konglomerat hitam, bukan untuk kepentingan mafia birokrasi hitam dan bukan untuk kepentingan penghianat reformasi dan penghianat negara,” sambung Anto.

Karena dasar adanya upaya hijrah nasional itulah, Anto mengajak kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pilpres 2019.

“Oleh karena itu kami mengajak pada seluruh rakyat Indonesia untuk merapatkan barisan, bersatu padu dan selalu berdoa untuk mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober 2019,” seru Anto.

“Merupakan pintu gerbang emas, momentum Hijrah Nasional Rakyat Indonesia bersama Bapak Jokowi dan KH Maruf Amin untuk menuju Indonesia Maju, Mandiri dan Sejahtera,” tutupnya.

Komentar

News Feed