oleh

KKB ’66 Setuju Ajakan Presiden Jokowi Perangi Radikalisme Dan Terorisme Di Tanah Air

-Polhukam-11.941 views

JAKARTA, berkeadilan.com – Belum selesai Komunitas Keluarga Besar Angkatan 1966 (KKB ’66) merapatkan evaluasi pada dimensi kekinian dimarkasnya Jl. Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Jakarta Timur 13310, suasana kebatinan masyarakat Indonesia jelang upacara pelantikan Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 10 Oktober 2019, pukul 14.00 WIB, tiba-tiba masyarakat dikejutkan oleh adanya berita mengebohkan perihal insiden penusukan yang menimpa Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Jenderal TNI Purn Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis siang (10/10/2019).

Usai Presiden Jokowi menjenguk Menkopolhukam Wiranto di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, mengajak bersama-sama masyarakat untuk memerangi radikalisme dan terorisme di tanah-air.

Presiden Jokowi berujar hanya dengan upaya bersama-sama, terorisme dan radikalisme bisa diselesaikan dan diberantas dari negara yang sama-sama kita cintai ini.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan dengan dukungan TNI, untuk mengusut tuntas dan menindak tegas para pelakunya. Termasuk meminta aparat membongkar jaringan yang terkait dengan peristiwa tersebut.

Ketua Umum (KKB ’66) Binsar Effendi Hutabarat yang didampingi Sekjennya Teddy Syamsuri dengan suara lantang seraya lebih dulu berkirim do’a agar Jenderal Purn Wiranto segera diberikan kesembuhan untuk cepat pulih kembali seperti sediakala.

“Kami di KKB ’66 meskipun usianya sudah pada sepuh, menyambut baik ajakan Bapak Presiden Jokowi sekaligus mendukung sepenuhnya untuk memerangi radikalisme dan terorisme di seluruh tanah-air serta siap berpatisipasi aktif manakala diperlukan”, tegas Binsar Effendi

Paling tidak, menurut hemat Ketua Umum KKB ’66 yang juga Sekretaris Dewan Penasehat Mabes Laskar Merah Putih (LMP) dan Ketua Umum Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe), hal memerangi radikalisme sudah punya pengalaman.

“Di tahun 1966 saat dibubarkannya PKI, kami turut memberantas gerakan pembrontakan tersebut bersama Barisan Ansor Serba Guna (Banser) di daerah basis PKI. Kiranya ada relevansi pada konteks memerangi radikalisme dan terorisme yang digerakkan oleh mereka yang terpapar oleh ideologi ISIS”, ungkap Binsar Effendi yang tak pernah gentar untuk menghadapi para pengkhianatan bangsa dan negara.

Menurut Sekjen KKB ’66 Teddy Syamsuri, “Kami di aktivis Angkatan 1966 utamanya dari eksponen KAPPI, semangatnya tak pernah pudar. Radikalisme dan terorisme yang tujuannya ingin menggantikan ideologi Pancasila, tidak berhak hidup di bumi zamrud khatulistiwa ini.

“Ditahun 1966, kami bersama Banser berdarah-darah memberantas PKI yang ingin menggantikan ideologi Pancasila, tetap konsisten dan siap memerangi radikalisme dan terorisme yang digerakkan oleh ISIS sekalipun”, sela Teddy Syamsuri yang juga Ketua Umum Lintasan ’66 dan Sekretaris Dewan Pembina Seknas Jokowi DKI.

“Kami berharap Polri, BIN dan TNI sebagaimana diminta Bapak Presiden Jokowi, usut tuntas, tindak tegas dan bongkar jaringan ISIS sampai ke akar-akarnya. Siapapun mereka jika ganggu stabilitas keamanan negara apalagi yang ingin menggantikan ideologi Pancasila, harus di hukum yang seberat-beratnya” pungkasnya.

(*)

Komentar

News Feed