oleh

Warga Subang Tolak Radikalisme

Subang, Berkeadilan.com – Masyarakat Kabupaten Subang Secara tegas menyatakan menolak faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 seperti radikalisme dan terorisme serta kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang secara resmi oleh Pemerintah Indonesia telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh sekitar 500 masyarakat Kab.Subang yang hadir dalam acara silaturahmi dan Istighosah di halaman Kantor Kecamatan Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Minggu (6/10/2019)

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PAC Kab.Subang Sdr.Ade, Unsur Muspika Pamanukan, Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Pantura (GEMPPA) Kab.Subang dan juga pengurus Lazisnu Kab. Sdr.Joko Agung, Mantan Anggota DPRD Kab.Subang Periode 2009-2014 dari Partai Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Ketua PC NU Kab Subang, KH Satibi, S.Pd.I MM, Ir.H.Wahyudin,ST (Lazisnu Jawa Barat), Unsur Pemerintah Desa dan Karang Taruna serta para tokoh masyarakat Kec.Pamanukan Kab.Subang

Dalam ceramahnya KH Satibi menyampaikan tentang bahaya idiologi dan ajaran dari kelompok radikal yang mudah mengkafirkan dan menganggap selain kelompoknya adalah kaum musyrik serta ingin memaksakan kehendaknya untuk merubah sistem dan dasar negara Indonesia menurut idiologi yang mereka yakini, hal tersebut tentu dapat menganggu kerukunan antar umat beragama dan membahayakan keutuhan NKRI.

“Mereka ingin merusak harmoni dan keberagaman serta persatuan Bangsa Indonesia yang selama ini sudah berjalan dengan baik.Dengan dalih agama, mereka ingin memaksakan apa yang mereka yakini dapat diterapkan di tengah tengah kerukunan antar umat beragama di Indonesia,” ucap KH Satibi.

KH Satibi mengharapkan kepada masyarakat Kab.Subang agar peduli terhadap lingkungan sekitar, waspada terhadap pendatang baru dan penyebaran faham radikal yang saat ini sudah mulai marak di Kab.Subang,

“Jika melihat aktifitas warga yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada aparat kepolisian setempat,” imbuhnya.

Adapun menurut Ketua PAC Pemuda Pancasila, Kec. Pamanukan, Sdr.Ade, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pancasila harus menjadi ruh kita dalam hidup bermasyarakat.

“Pegang teguh nilai nilai Pancasila yang merupakan ideologi karya para pendiri bangsa, yang cocok dengan karakter masyarakat kita. Di dalam Pancasila sudah terkandung nilai religius. Nilai keislaman,” katanya.

Pihaknya juga siap menjalin sinergitas dengan seluruh elemen bangsa guna membentengi NKRI dari serbuan ideologi radikal dan kelompok yang tidak suka keanekaragaman. “Apapun suku dan agamanya , NKRI tetap harga mati,” tegasnya.

Sedangkan menurut Sdr.Joko Agung yang merupakan Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Pantura (Gemppa) Kab.Subang mengajak kepada masyarakat Subang khususnya terhadap para Da’i dan juga para Ta’mir Masjid untuk peduli terhadap keberadaan Masjid ataupun mushola yang ada disekitar tempat tinggalnya jangan sampai diambil alih oleh kelompok minhum (kelompok radikal).

“Mengingat Masjid merupakan salah satu target yang harus dikuasai oleh kelompok radikal tersebut,” tegasnya.

“Sebagai bentuk penolakan terhadap faham/kelompok HTI, radikalisme dan terorisme warga Kab.Subang juga telah memasang spanduk diantaranya di Masjid Agung Al-Musabaqah Subang yang berada di tengah-tengah kota Subang dan pernah menjadi incaran kelompok tersebut untuk dikuasai,” imbuh Joko Agung.

Di akhir acara para peserta juga menyatakan sikap penolakan terhadap kelompok radikal yang diucapkan secara bersama-sama dan dipandu oleh KH Satibi,adapun bunyi pernyataan tersebut yaitu Bahwa :”KAMI MASYARAKAT KAB.SUBANG MENOLAK TERHADAP FAHAM HTI,RADIKALISME DAN TERORISME,NKRI HARGA MATI”.

Komentar

News Feed