oleh

GSBI Kembali Turun Aksi Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan dan RKUHP

-Nasional-18.727 views

JAKARTA, berkeadilan.com – Gelombang aksi demonstrasi menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan RKUHP masih terus berlanjut. Kali ini, puluhan aktivis buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) kembali berunjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta, Jum’at (4/10/2019)

Dalam aksinya mereka menolak revisi UU Ketenagakerjaan, UU Pertanahan, RKUHP, dan Kenaikan Iuran BPJS.

koordinator aksi Sujak Supriadi
menjelaskan, gelombang aksi yang terjadi belakangan ini merupakan bentuk perlawanan rakyat terhadap pemerintah Jokowi. Revisi UU Ketenagakerjaan, RKUHP, UU Pertanahan, UU KPK dan kenaikan BPJS, merupakan rencana busuk kebijakan pemerintah Jokowi.

Belum lama ini dua presiden buruh Andi Gani Nenawea (Ketua KSPSI) dan Said Iqbal (Ketua KSPI) telah menemui presiden Jokowi, keduanya sepakat mendukung kebijkaan pemerintah Jokowi, ini tidak benar, seharusnya mereka menolak kebijakan pemerintah Jokowi yang tidak pro rakyat

“Ada 70 RUU yang akan direvisi oleh pemerintah Jokowi, walaupun Andi Gani dan Said Iqbal ada dibelakang Jokowi, itu tidak mewakili suara buruh, masih banyak buruh dan serikat buruh lainnya yang menolak kebijakan pemerintah Jokowi,” ujarnya

Selain itu, GSBI mengecam tindakan pecah belah atas buruh oleh pemerintah Joko Widodo serta politik menyerah diri (kapitulasi) ke dua pimpinan buruh.

Sejumlah poster yang mereka bawa antar lain : GSBI mendukung aksi yang dilakukan pelajar dan mahasiswa yang menolak kebijakan Jokowi yang anti rakyat. Tolak RUU Ketenagakerjaan, UU Pertanahan, RKUHP, dan Kenaikan Iuran BPJS.

(rusdi)

Komentar

News Feed