oleh

Relawan Jokowi Minta Pimpinan KPK Ditangkap

Jakarta, BERKEADILAN.COM — Relawan Jokowi yang tergabung dalam Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, menyebut pembangkangan yang dilakukan KPK telah menimbulkan kegaduhan dan jatuhnya korban jiwa mahasiswa. Olehkarena itu, relawan Jokowi minta Kapolri menangkap pimpinan KPK yang dinilai sebagai biang kegaduhan itu.

“Kami sangat prihatin dengan terjadinya korban jiwa 2 orang mahasiswa di Sulawesi Tenggara. Semoga almarhum diterimandi sisi Nya dan ditempatkan di surga,” kata Anto Kusumayuda, Koordinator relawan Jokowi Jejaring Aktivis 98 dalam rilis yang diterima Berkeadilan.com, Minggu (29/9).

Dikatakannya, Bapak Presiden Jokowi sedang menghadapi ujian terbesar sedang dikepung akan digulingkan untuk digagalkan pelantikan Presiden 20 Oktiber 2019. Presiden Jokowi akan bisa melaluinya karena do’a para Aulia, para pahlawan dan doa masyarakat akan selalu bersama Jokowi sampai 20 Oktober 2019.

Lanjut Anto, aksi mahasiswa yang terjadi di seluruh nusantara berujung rusuh, akibat aksi anarkis karena banyak pihak yang bermain memamfaatkan situasi untuk mengoalkan agenda dan kepentingan elite politik. Persoalan agenda korupsi adalah agenda utama reformasi yang harus dilaksanakan itu bukan tugas dari KPK saja merupakan tugas bersama semua elemen masyarakat yang harus dikawal untuk tetap dilaksanakan oleh pemerintahan Jokowi.

“Namun, dari hari kehari KPK semakin memperlihatkan jati dirinya sudah tidak memiliki integritas melenceng dari jalur reformasi sebagaimana cita cita KPK dibentuk untuk menjalankan amanah reformasi. Malahan KPK dikuasai kelompok tertentu yang beririsan dengan LSM LSM asing, dibiayai asing tentunya asing memiliki tujuan memecah belah mengadu domba rakyat untuk menguasai Indonesia, KPK sudah dijadikan instrumen dari konspirasi asing yang bekerjasama menggunakan tangan tangan yang mengklaim reformis justru sebaliknya menghianati bangsa dan negara. Mahasiswa yang jujur ikhlas dalam berjuang dimanfaatkan dijadikan korban, dibenturkan sebagai triger untuk membuat kekacauan dan konflik sesama anak bangsa dengan tujuan akhirnya menggulingkan pemerintahan Jokowi,” katanya.

Jejaring aktivis 98 menegaskan KPK telah dikuasai dimanfaatkan dijadikan instrumen balas dendam, dijadikan alat untuk menguasai dan menjatuhkan tidak peduli Presiden sekalipun yang telah mengangkat dan melantiknya kalau tidak sejalan dengan kepentinganya akan dijatuhkan.

Atas dasar pemikiran diatas dan melihat perkembangan yang terjadi KPK harus bertanggung jawab atas korban jiwa yang ditimbulkan, serta korban materil kerusakan akibat aksi anarkis. “Oleh karena itu Kami menyampaikan sikap agar Bapak Presiden RI sebagai panglima tertinggi mengintruksikan Kapolri dan Panglima TNI untuk menangkap Pimpinan KPK dan jaringannya yang telah melakukan pembangkangan terhadap negara dan telah memprovokasi mengadu domba sesama anak bangsa sehingga terjadi aksi anarkis di beberapa kota di Indonesia,” tandasnya.

Rilis Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, ini diketahui pula oleh Sekjen Abdul Salam Nur Ahmad serta Dewan Presidium, DR KH Asep Ahmad Hidayat dan Acik Munasik.
(Ist)

Komentar

News Feed