oleh

Deklarasi Damai Indonesia, Mahasiswa Melaesia Tolak Rasialisme Untuk NKRI Harga Mati

Tangerang Selatan – Tanah Papua yang beberapa waktu lalu bergejolak, cukup disayangkan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Melanesia (Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara).

Sehingga Forum Mahasiswa Melanesia tergerak menggelar Forum Group Discussion (FGD) dan Deklarasi Damai Indonesia yang dilaksanakan di Restoran di kawasan Situ Gintung, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (19/09/2019).

Para mahasiswa asal Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara ini rata-rata berkuliah di kampus yang berada di Pamulang maupun Ciputat.

Seperti yang diutarakan oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ciputat yang berasal dari Ambon Yusriandi bahwa, sejak Indonesia di Proklamirkan merdeka oleh Soekarno – Hatta, maka tugas untuk menjaga kemerdekaan agar tetap utuh adalah generasi setelahnya.

“Kita rakyat Indonesia tidak mengenal usia, suku, ras, budaya, dan agama, semua punya tanggung jawab agar ke Indonesiaan kita tetap berdiri kuat sebagaimana cita-cita pada pendiri bangsa,” kata Yusriandi.

Menurutnya Indonesia yang terletak di antara banyak pulau, dan setiap pulaunya memiliki sumber daya alam yang berlimpah, memiliki sumber daya manusia yang berbeda-beda, memiliki kebudayaan yang khas, membuat Indonesia terlihat begitu indah.

“Keindahan Indonesia yang perlu kita jaga dan kita lestarikan agar Indonesia bisa berdiri kokoh selamanya,” harapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Mahasiswa STIE Ganesha asal Maluku Ali Munthe. Ia merasa prihatin dengan kondisi bangsa ini dengan ada upaya adu domba yang jika terus biarkan maka akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tindakan-tindakan provokator yang terjadi dibeberapa daerah akhir-akhir ini harus segera dihentikan demi menjaga semangat hidup damai yang selama ini telah ada,” ujarnya.

Untuk itu Forum mahasiswa Melanesia yang terdiri dari Mahasiswa Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara sepakat menjaga keutuhan NKRI karena NKRI adalah harga mati.

“Indonesia kemaren, saat ini, dan yang akan datang harus tetap utuh, yang warganya hidup berdampingan dengan damai,” pungkasnya.

FGD ini diakhiri dengan membacakan Deklarasi dan Pernyataan Sikap

Forum Mahasiswa Melanesia (Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara) yang berisi :

Menolak segala bentuk tindakan rasialisme terhadap sesama anak bangsa.

Menolak segala bentuk provokasi tidak bertanggung jawab yang menggangu kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Meminta pemerintah pusat untuk  menindak tegas para pihak yang berupaya mengancam keutuhan NKRI.

Menyatakan bahwa NKRI adalah harga mati dan tidak tidak dapat diganggu gugat.

Komentar

News Feed