oleh

Pawai Sarungan Nusantara, Wujud Kebhinekaan Bangsa

TANGERANG, Berkeadilan.com – Ribuan peserta mengikuti kegiatan Pawai Sarungan Nusantara yang diselenggarakan sebagai rangkaian Festival Al Azhom ke- 8 tahun 2019 Di Kota Tangerang, Minggu (8/9).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kegiatan yang dimulai di Mesjid Al Azhom, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, seluruh pesertanya mengenakan pakaian yang mencirikan daerah dari seluruh provinsi di Indonesia. Dalam sambutannya Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menyampaikan jalan sehat menggunakan sarung dan baju adat sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya nusantara kepada masyarakat dan memperkuat ikatan warga Kota Tangerang yang beragam.

Arief yang saat itu mengenakan pakaian adat Bugis menjelaskan, kegiatan jalan sehat sarungan tersebut merupakan inisiasi dari BKPMRI Kota Tangerang yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Pawai Sarungan Nusantara juga untuk menujukkan bahwa Indonesia kaya akan khasanah budaya. Kebinekaan sebagai modal menjaga semangat persatuan dan, kesatuan yang harus menjadi budaya masyarakat Kota Tangerang.

Arief berharap, dengan kegiatan tersebut seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat tali persaudaraan baik berbangsa maupun bernegara.

“Mudah–mudahan kebudayaan yang menjadi kekayaan kita yang menjadi kebanggaan Kota Tangerang dan Indonesia dapat kita jaga dan lestarikan,” harapnya.

“Dengan kekayaan budaya itu, kita harus tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Arief yang didampingi oleh Wakil Wali kota H.Sachrudin beserta sejumlah kepala OPD Pemkot Tangerang.

Pawai Sarungan yang melewati rute Jembatan Kaca Gerendeng ini juga melibatkan peserta Musabaqah Tillawatil Qur’an (MTQ) Antara Bangsa yang diikuti sebanyak 6 negara serta hadirnya Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Tan Sri HJ Mohd Ali Bin Mohd Rustam dan Ketum BKPRMI Said Aldi Al Idrus.

Presiden Dunia Melayu dan dunia Islam Sri Tan H M Ali Rustam mengungkapkan, kegiatan Festival Sarungan sangat baik untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Walhasil, ia mengharapkan kegaitan tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya.

“Ini patut diadakan setahun sekali sehingga budaya dapat dipertahankan dan tidak punah,” tambahnya.(Rizky/BHI)

Komentar

News Feed