oleh

Aktivis 98 Desak Pemerintah Tindak Agen Asing Provokator Papua Merdeka

-Polhukam-2.729 views

Berkeadilan.com – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, Anto Kusumayuda menilai bahwa persoalan kerusuhan Papua dan Papua Barat dewasa ini bukan berjalan natural, melainkan adanya intervensi asing agar kondisi masyarakat di Indonesia Bagian Timur itu terus memanas.

Ia menilai intervensi itu berasal dari oknum dari luar negeri yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan mereka.

“Pihak asing tentunya tidak bekerja sendiri dalam memuluskan agendanya membuat Papua rusuh untuk menguasai Papua demi kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial politik,” kata Anto dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Rabu (4/9/2019).

Anto juga menilai bahwa ada agen-agen asing yang melakukan propaganda dengan berkonspirasi dengan pihak-pihak jaringan di dalam negeri, dengan organisasi atau lembaga di Papua. Mereka seperti terawat dan tiada hentinya mempropagandakan agar Papua Merdeka.

Menciptakan suasana Papua tidak kondusif adalah target misi mereka agar terkesan bahwa pemerintah Indonesia abai terhadap masyarakat di sana, sehingga narasi yang dibangun agar Papua melakukan referendum dan bisa merdeka dari NKRI adalah tujuan utamanya.

Tidak hanya itu saja, Anto juga cukup menyayangkan adanya manuver para lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan NGO di dalam negeri yang mendapatkan suntikan dana dari asing juga ikut menjadi penyeru kegaduhan tersebut dengan dalih penegakan hak asasi manusia.

“Isu Papua selalu dijadikan komoditas politik elit politik nasional dalam melakukan bargaining untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan. Tidak hanya itu masih adanya NGO atau LSM di dalam negeri yang mendapatkan dana dukungan dari asing sehingga menjadi agen asing kepanjangan tangan asing di dalam negeri untuk memuluskan agenda kepentingan asing di dalam negeri,” terangnya.

Anto pun enggan menyebutkan nama-nama LSM atau NGO tersebut. Hanya saja ia memberikan sinyal bahwa mereka yang justru mengakomodir bahwa Papua bisa merdeka.

“Mereka NGO dan LSM ikut men-support pergerakan kelompok Papua Merdeka, NGO dan LSM tersebut menjadi penghianat bangsa dan negara, karena tidak ada sumbangan dana program dari asing ke LSM atau NGO yang gratis tiada lain memiliki kepentingan untuk tujuan politik menguasai Indonesia salah satunya dengan persoalan Papua,” tandasnya.

Maka dari itu, Anto bersama dengan pimpinan organisasi lainnya mendesak kepada Presiden Joko Widodo untuk mengambil sikap tegas terhadap agen-agen asing di dalam negeri yang ikut memanaskan situasi Papua dan Papua Barat itu.

“Kami sangat mendukung Presiden Jokowi untuk mengungkap, menuntaskan dan menindak tegas pihak-pihak jaringan asing di dalam negeri, LSM – NGO yang bekerja untuk asing memperkeruh situasi di dalam negeri terkait Papua dan elit politik nasional, baik dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan yang memperkeruh Papua,” tegasnya.

Kemudian, sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab untuk keutuhan NKRI, Anto terus menyerukan dalam sebuah gerakan suara tersebut bersama yaitu “Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden dan Kedaulatan NKRI”.

Indikasi kejadian rusuh Papua kata Anto, memiliki motif ingin mencoreng wibawa Presiden Jokowi dan mengancam kedaulatan NKRI.

“Siapapun yang terlibat apakah pejabat penting di pemerintahan, LSM -NGO, politisi barisan sakit hati, (semuanya) harus ditindak tegas tanpa pandang bulu karena telah merongrong kedaulatan NKRI. Kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan,” pungkasnya.

Terakhir, Anto bersama dengan elemen-elemennya menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk berdoa agar konflik Papua dan Papua Barat segera mereda.

“Kami mengajak dan menyerukan pada saudaraku seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa dan berjuang membela dan menjaga Papua, Papua Barat dari rongrongan pihak-pihak asing yang mengacaukan dan memprovokasi Papua lepas dari NKRI,” tutupnya.

Komentar

News Feed