oleh

Awas Ada Pendompleng Politik di Balik Kasus Papua

-Polhukam-13.115 views

GARUT, Berkeadilan.com – Ketua Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, Agus Rohmat mengatakan, bahwa kasus Papua saat ini patut diwaspadai, mengingat ada kesan kuat ada permainan politik dibalik kasus tersebut.

“Bahwa masih ada kelompok kepentingan yang ingin Indonesia pecah,” kata Agus saat diskusi publik dengan tema “Rekonsiliasi Nasional Untuk Persatuan Indonesia Tanpa Aksi Intoleransi dan Radikalisme & Deklarasi Membela Kewibawaan Presiden dan Kedaulatan NKRI” di Garut, Jawa Barat, Kamis (29/8/2019).

Agus Rohmat mengatakan konsensus negara saat ini didominasi kepentingan tertentu dibanding dengan kepentingan negara.

“Ironinya lembaga legialatif seolah membiarkan hal ini terjadi dan bahkan wakil-wakil rakyat yang bersuara lantang cenderung melampiaskan kepentingan yang bukan kepentingan nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wapres Serikat Islam Indonesia, Asep Ahmad Hidayat mengatakan kasus Papua menunjukkan ada persoalan di Indonesia.

Demokrasi Indonesia saat ini sudah terlalu bebas. Aktivis 98 memang memperjuangkan demokrasi, tapi bukan demokrasi seperti saat ini.

“Bhinneka Tunggal Ika merupakan turunan dari ajaran Islam, dimana Allah SWT melahirkan manusia ke dunia dalam keadaan yang sama tanpa melihat perbedaan. Masyarakat Aceh maupun Papua adalah saudara, satu bangsa dan negara,” tutur Asep.

Pendekatan untuk menyelesaikan kasus SARA Papua adalah pendekatan adat. Kekerasan hanya akan memanasi suasana. Masyarakat Papua sangat menghargai para tetua.

“Sehingga pendekatan tersebut dapat mempercepat terbentuknya perdamaian dan situasi yang kondusif,” tutupnya.

Komentar

News Feed