oleh

Peneliti CIE Pertanyakan Orang-orang yang Takut KPK Didominasi Polisi dan Jaksa

-Hukum-6.646 views

JAKARTA, Berkeadilan.com – Peneliti Center for Indonesian Election (CIE), Muhammad Ibas mengaku heran pada pihak yang merasa ketakutan saat Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini banyak didominasi dari unsur Kepolisian dan Jaksa.

Pasalnya, ada 20 orang Capim KPK diantaranya 4 orang dari Polri, tiga orang dari Kejaksaan, 2 orang dari internal KPK, dan sisanya akademisi, advokat dan PNS.

“Kenapa harus diributkan dan kenapa juga ada yang takut. Patut dipertanyakan kalau ada yang ketakutan,” tegas Muhammad Ibas, dalam pesan rilisnya, hari ini, Senin (26/8/2019).

Padahal, kata Ibas, komposisi Komisi Pemburu Koruptor dari jilid I dan kedua juga sama dikuasai oleh Polisi dan Jaksa. Malahan, di era kala itu, KPK justru memiliki taring dan bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik ketimbang periode akhir-akhir ini.

“Jangan gaduh dan ribut, tidak semua kemauan mereka tidak sepenuhnya di turuti oleh Pansel. Capim KPK yang lolos 20 besar ini punya hak dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Undang-Undang, jadi jangan permasalahkan sosok itu dari background instansinya,” sebut Ibas.

Ibas pun mempercayakan integritas pansel Capim KPK yang dipimpin Yenti Garnasih akan memilih pengganti Agus Rahardjo cs itu sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang serta maksud didirikan lembaga antirasuah tersebut.

“Semua pihak lebih baik percayakan kepada pansel capim KPK. Jangan kriminalisasi 20 capim KPK yang sudah lolos, stop sebar fitnah dan opini sesat ke ruang publik,” tandasnya. []

Komentar

News Feed