oleh

Ada Mafia Tanah, Warga Labuan Bajo Gelar Aksi Beruntut

-Polhukam-17.206 views

Berkeadilan.com – Koordinator lapangan korban perampasan tanah oleh mafia Satgas Tanah di Labuan Bajo, Yohanes Erliyanto berencana untuk menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta secara terus menerus agar dapat diakomodir untuk menyelesaikan masalah yang mereka alami di daerah.

Menurut Yohanes, persoalan pelik mafia Satgas Tanah di daerahnya sudah sangat menghawatirkan. Dimana kepemilikan tanah di sana ternyata dikuasai oleh pengusaha dan warga negara asing yang berlindung di balik nama masyarakat asli Labuan Bajo.

“Di Labuan Bajo, banyak terjadi kepemilikan sertifikat ganda dalam satu hak kepemilikan tanah, bahkan sebagian besar dikuasai oleh investor (pengusaha) dari Jakarta dan dari luar negeri (WNA) yang disertifikasi menggunakan nama orang pribumi,” kata Yohanes kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Keterlibatan oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat juga diendus olehnya.

Dimana pada saat pengukuran tanah yang dijual oleh pemiliknya, pihak BPN Manggarai Barat dan pembeli tidak pernah mengundang saksi-saksi termasuk pemilik tanah batas kiri dan kanan, sehingga terjadi permasalahan tanah yang tidak sesuai dengan ukuran sebenarnya atau terjadi penyerobotan tanah.

“Soares yang merupakan Anggota BPN Manggarai Barat, kelahiran Timor Leste Warga Negara Indonesia mengatakan kepada masyarakat jika tanah yang telah dijual sudah mempunyai Akta Jual Beli (AJB), namun setelah di cross-check ke Notaris semuanya fiktif,” terangnya.

Karena itulah, Yohanes menyampaikan bahwa masyarakat adat Labuan Bajo merasa telah dirugikan oleh BPN Manggarai Barat dan investor. Mereka akan menggelar aksi berkelanjutan agar pemerintah pusat mau mengakomodir keresahan mereka yang mrasa dirugikan itu.

“Masyarakat akan melakukan aksi ke Pemerintah Pusat secara terus-menerus untuk mengakomodir aspirasi masyarakat dalam menolak keberadaan Satgas Mafia Tanah BPN Manggarai Barat di Labuan Bajo yang cenderung merugikan masyarakat,” ujarnya.

“Khususnya mempertanyakan status Soares di Labuan Bajo yang selalu mengatasnamakan dari Satgas Mafia Tanah BPN,” imbuhnya.

Sekitar 30 orang masyarakat Manggarai Barat yang tergabung dalam Korban Perampasan Tanah oleh Mafia Tanah telah mengadakan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Agraria/BPN, Jl. Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, dalam rangka meminta Kementerian Agraria/BPN untuk menyelesaikan konflik agraria di wilayah Labuan Bajo, Flores, Kab. Manggarai Barat. []

Komentar

News Feed