oleh

Ade Irawan Ajak Mahasiswa Untirta Terlibat Pemberantasan Korupsi

SERANG Berkeadilan.com – Aktivis antikorupsi Ade Irawan mengajak mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terlibat dalam upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara pada pengenalan mahasiswa baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Serang, Banten, Jumat (16/8/2019).

Ade mengatakan mahasiswa harus jadi kelompok pertama yang melawan korupsi. Mahasiswa adalah agen perubahan dan perlu sadar bahwa dirinya adalah korban korupsi.

“Mahasiwa adalah korban. Banyak hal terkait langsung pada mahasiswa seperti pendidikan dan kesehatan. Pendidikan yang mahal dan layanan kesehatan yang buruk itu disebabkan salah satunya oleh perilaku korupsi,” kata Ade di hadapan ratusan mahasiwa.

Contoh laih mahasiswa jadi korban korupsi adalah adanya pungutan liar bagi pencari kerja. Muncul kebiasaan jika mahasiwa ingin kerja dia dikenai pungutan. Bahkan, suap menjadi pegawai negeri jadi kebiasaan di beberapa pemerintah daerah.

“Jadi jangan dianggap nggak ada hubungannya. Kenapa harus terlibat pada gerakan antikorupsi, karena teman-teman adalah korban. Jadi bukan hanya uang negara yang hilang, kesempatan teman-teman pada layanan pendidikan dan kesehatan juga hilang,” ujarnya.

Ade mengungkapkan mahasiswa harus jadi motor penggerak pemberantasan korupsi. Kelompok ini memiliki energi besar dan tanggung jawab intelektual. Sejarah mencatat bahwa tumbangnya Orde Baru merupakan campur tangan mahasiswa yang ingin perubahan.

“Teman-teman adalah kunci pada pemberantasan korupsi. Bangun integritas antikorupsi sebagai bagian dari ketaatan karena antikorupsi juga bagian yang diajarkan oleh agama. Mahasiwa harus jadi jamaah untuk melawan korupsi,” kata Ade menegaskan. (Bantenharii.id)

Komentar

News Feed