oleh

Willy Agus Utomo : PHK dan Upah Murah Wajah Suram Buruh Sumatera Utara

Medan, Berkeadilan.com –  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan upah murah semakin sering dialami karyawan di sejumlah perusahaan di Indonesia, terutama di  Sumatera Utara.  Kecilnya upah buruh pekerja dan PHK sepihak masih menjadi ancaman besar bagi ribuan karyawan yang bekerja di sektor ritel, farmasi, garmen, perhotelan, keramik dan pertambangan.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMl) Sumut, Willy Agus Utomo kepada Berkeadilan.com, di Medan Kamis (23/07/2019) mengatakan, selain upah murah pekerja juga kerap mendapat perlakuan tidak adil dalam pemberian pesangon, yang tidak sesuai ketentuan Undang-undang Ketenagakerjaan. Kebanyakan perusahaan di Sumut melanggar aturan.

“Banyak kasus yang terjadi di Sumut, upah minim pekerja, PHK sepihak, tak dapat pesangon dan perlakuan tidak adil dari manajemen perusahaan. Misalnya PT Agro Jaya Perdana di Medan Labuhan, serta perusahaan perkebunan sawit BUMD PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) di Desa Tanjung Kasau Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Sumut,” katanya.

Willy menyebutkan perusahaan PT PSU bermasalah terkait belum adanya kenaikan upah tahun 2019, dimana upah bulan Mei 2019 yang baru dibayar hanya sebesar 40%, dan anjuran pesangon PHK buruh atas nama Adi Sumatri dan Rusli belum dibayarkan.

Dikatakannya, bahwa pembayaran upah lebih rendah dari ketentuan merupakan kejahatan ketenagakerjaan yang dapat dipidana dan denda sesuai ketentuan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.

Lebih lanjut, Willy meminta agar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dapat mendengarkan jeritan dan dapat menanggapi permaslahaan buruh Sumatera Utara dengan mengevaluasi kinerja dinas tenagakerja nya.

” Kita berharap, Gubsu peduli dan peka akan kehidupan para buruh Sumut, upah murah dan PHK masal menjadi momok kita bersama, belum lagi pemegakan hukum ketenagakerjaan yang berlarut larut, upah layak bagi buruh juga harus di berikan Edy Rahmayadi untuk tahun 2020 mendatang dengan kenaikan minimal 20 persen” pungkasnya. (Wau)

 

Komentar

News Feed