oleh

Awalnya Menggebu – Gebu, Terakhir Prabowo Lempar Handuk

Berkeadilan.comIndonesia Menang. Masih tertanam di ingatan masyarakat indonesia terkait isi salah satu pidato Prabowo, dalam menyampaikan pidato ‘Indonesia Menang‘, di JCC, Senin (14/1) malam. Mantan Danjen Kopassus itu mengkritik sejumlah masalah seperti kemiskinan dan kinerja aparat penegak hukum, dan aparat keamanan.

Prabowo juga menyampaikan keraguan dengan optimisme sejumlah pihak yang menyebut Indonesia bisa bertahan 1.000 tahun. Dia khawatir dalam 10 tahun lagi masyarakat Indonesia mati. Selain itu, Prabowo juga ragu dengan optimisme yang mengatakan Indonesia bisa bertahan 1.000 tahun lagi di saat kondisi negara yang cadangan berasnya hanya bisa bertahan selama tiga minggu.

PRABOWO KLAIM MENAG VERSI BPN DAN RAMAI – RAMAI SUJUD SYUKUR :

Masih ingatkah rakyat indonesia. Capres Prabowo Subianto pernah mengklaim menang 62 persen berdasarkan real count internal. Prabowo pun sujud syukur.

“Saya mau kasih update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62%. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak,” ujar Prabowo di depan kediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Prabowo dalam jumpa pers didampingi Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Eggi Sudjana, Yusuf Martak, serta Rahmawati Soekarnoputri.

GERAKAN PASUKAN LAPANGAN PRO PRABOWO – SANDI :

Massa aksi 22 Mei yang berdatangan ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus bertambah. Melihat kedatangan tambahan massa dari arah Patung Kuda, Monas, peserta aksi lain yang telah tiba lokasi sejak pukul 06.30 WIB sumringah.

Mereka lantas mengumandangkan selawat dan meneriakkan nama Paslon 02, Prabowo-Sandiaga. “Prabowo-Sandi Presiden,” teriak mereka Sebagian peserta aksi juga menambah keriuhan dengan berteriak, “Megawati kapan ditangkap? ,” hingga menyanyikan yel-yel, “Polisi tugas anda mengayomi, polisi Jangan ikut kompetisi.”

Massa pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berujuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI di Jakan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sempat adu mulut dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan, Selasa (21/5/2019).

Peristiwa bermula saat massa komplain lantaran tak diperbolehkan berada di depan area Bawaslu. Awalnya, lokasi massa akan diisi oleh puluhan Brimob yang berjaga di sana.

TNI – POLRI ANGKAT BICARA :

APARAT KEAMANAN membeberkan kronologi bahwa pada Rabu (22/5) sekira pukul 02.45 dini hari WIB, polisi menangkap sekelompok massa.

“Polda Metro mengamankan 58 orang yang diduga provokator dan saat ini sedang kita dalami. Dugaan sementara mayoritas massa tersebut berasal dari luar Jakarta dan kita menemukan beberapa indikasi. “Pada saat bersamaan, ada 200 massa yang berkumpul di Jalan KS Tubun. Kita duga massa itu dipersiapkan dan di-setting,” papar M Iqbal kepada wartawan.

Massa tersebut, lanjutnya, menyerang asrama Polri di Petamburan dan membakar beberapa kendaraan yang diparkir di sana. Sebanyak 11 orang ditangkap atas dugaan menjadi provokator. Di hadapan wartawan, menurutnya, aparat kemudian mengamankan 11 orang yang diduga sebagai provokator. Hanya saja Iqbal tidak menyebutkan rinciannya. Dari peristiwa tersebut, polisi mengklaim bahwa sebagian massa pengunjukrasa yang berasal dari Jabar, Banten dan Jateng. “Ada bukti-bukti ambulan berisi batu dan alat-alat… Sudah kami amankan”.

PRABOWO SUBIANTO LEMPAR HANDUK.  PASCA AKSI CAOS DI BAWASLU :

Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto meminta semua pihak menahan diri dan menghindari kekerasan saat berdemonstrasi untuk menuntut hasil Pilpres 2019. Meski demikian, dia juga mengingatkan agar TNI/Polri tidak bertindak represif. Menurutnya, peristiwa kekerasan malam dan terjadi subuh tadi yang telah mencoreng martabat dan marwah indonesia.

PERNYATAAN PALING ASIK JELANG SIDANG GUGATAN DI MK :
Pernyataan paling asik datang dari mulut Prabowo Subianto. Menjelang sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, capres Prabowo Subianto meminta pendukungnya tidak datang ke MK menggelar aksi unjuk rasa. Prabowo mengatakan, sudah ada delegasi yang mendampingi tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang tersebut. Selain itu, ia juga ingin menghindari provokasi dan fitnah.

“Kami putuskan selesaikan (sengketa) melalui jalur hukum dan konstitusi, karena itu saya dan Sandiaga memohon agar pendukung kami untuk tidak berbondong-bondong hadir di MK pada hari-hari mendatang,” ujar Prabowo, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

Apa yang di lakukan oleh PRABOWO – SANDI. Hanya TIM Pengacara dan BPN yang tahu, rakyat biasa atau miskin kota saya yakin tidak paham, apalagi pengikut setia dan fans Prabowo – Sandi. DIPASTIKAN TIDAK PAHAM. MAKA Kita serahkan kepada TUHAN.

Komentar

News Feed