oleh

Ineu Purwadewi Dipastikan Duduki Kursi DPRD Jabar Kembali

Berkeadilan, Majalengka – Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Periode 2014-2019, Ineu Purwadewi Sundari, yang juga Politikus PDIP, dipastikan kembali melaju ke kursi DPRD Provinsi Jabar, karena berhasil meraih banyak suara di Pemilu 2019 pada 17 April lalu.

Tidak hanya Ineu, dua caleg petahana di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumedang, Majalengka dan Subang (SMS) atau Jabar IX, juga dipastikan berhasil meraih tiket ke Gedung DPRD Provinsi, periode 2019-2024.

Dua caleg petahana tersebut. Yaitu, H. Pepep Saeful Hidayat (PPP) dan H. Nasir (PKB)

Dari hasil rekapitulasi perolehan DB1 KPU, ketiga caleg incambent yang terpilih tersebut. Ineu Purwadewi Sundari, meraih 88.318 suara dan Pepep Saeful Hidayat 48.326 suara serta Nasir, meraih 33.138 suara.

Sementara, caleg wajah baru yang terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jabar. Diantaranya, Abdi Yuhana (PDIP) meraih 72.286 suara, sedangkan untuk partai Gerindra dua kursi, masing-masing H. Heri Ukasah, 69.308 suara dan Taufik Hidayat 46.527 suara.

Selanjutnya, Reynal Putra Andita (Golkar) meraih 55.217 suara, Nina Nurhayati (Nasdem) meraih 37.066 suara, H. Ridwan Solihin (PKS) meraih 51.459 suara, Raden Tedi (PAN) meraih 21.554 suara dan H. Zulkfly Chaniago (Demokrat) 23.858 suara.

Sedangkan untuk jatah kursi di dapil pemilihan Jabar IX, bertambah menjadi 11 kursi dari yang sebelumnya hanya 10 kursi, karena hal ini disebabkan adanya penambahan jumlah penduduk.

Ketua KPU Kabupaten Majalengka, Agus Syuhada mengatakan, bahwa pihaknya sudah melaksanakan rapat pleno terbuka tingkat Kabupaten Majalengka.

Menurut Agus, dari hasil rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Majalengka, PDI Perjuangan tercatat masih berada di puncak perolehan suara.

Kondisi tersebut, juga terjadi disemua level. Baik, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten Majalengka.

“Untuk Parpol di Majalengka, yang masuk di tiga besar. Diantaranya, PDIP, Gerindra dan Golkar,” ungkapnya, Selasa (7/5/2019).

Petahana Unggul Beberapa Langkah Dibanding Caleg Baru

Pengamat Politik, Abdul Azis menjelaskan jauh sebelum digelarnya pemungutan suara Pileg pada 17 April 2019 silam, para caleg petahana tersebut sudah diprediksi bakal meraih banyak suara.

Selain itu, dia juga mengutarakan, bahwa ketiga petahana tersebut telah unggul beberapa langkah dibandingkan para caleg baru.

Keunggulan tersebut antara lain tingkat popularitas dan basis massa di akar rumput. Oleh karenannya, menjadi hal yang lumrah jika ketiga incumbent itu kembali terpilih.

“Sudah memiliki investasi politik yang dibangun selama bertahun-tahun, paling tidak sepanjang menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi,” ujarnya.

Apalagi lanjut dia, sebagian besar dari mereka merupakan kader utama di masing-masing parpolnya, tentunya memiliki basis massa yang banyak.

“Belum lagi jaringan baru yang dibangun selama menjadi anggota DPRD, misalkan saja melalui kegiatan reses atau pemberian bantuan yang mereka kawal dari pemerintah,” bebernya.(jja)

Komentar

News Feed