oleh

May Day 2019, HMI Badko Jabar Beri Perhatian Khusus Pada Buruh Perempuan

-Nasional-8 views

Berkeadilan.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2019, kali ini mendapat perhatian khusus dari HMI Badko Jawa Barat.

“HMI Badko Jawa Barat (Jabar), ikut gabung turun aksi menyuarakan hasil kajian serta pandangannya pada Hari Buruh Internasional (May Day). HMI prihatin terhadap kondisi buruh serta hak-hak perempuan yang belum dipenuhi oleh beberapa perusahaan, kata Hamdani Kurniawan perwakilan aksi di Gedung Sate, Bandung, Rabu (1/05/2019)

Orang yang akrab disapa Dani ini, menuturkan, HMI Badko Jawa Barat konsen mengkritisi isu-isu tentang buruh terutama buruh perempuan.

“Kami fokus terhadap isu-isu yang berkaitan dengan buruh dan perempuan. Hak-hak perempuan yang masih belum maksimal dipenuhi oleh industri khususnya yang ada di jawa barat. Semisal cuti haid yang di jelaskan oleh undang-undang no 13 tahun 2003 pasal 86 dan selanjutnya sesuai dengan pasal 93 ayat 2 huruf b undang-undang no 13 tahun 2003, pengusaha wajib membayar upah apabila pekerja perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melaksanakan pekerjaan,” ungkapnya.

Selain itu, Dani juga mengkritisi adanya kesenjangan antara upah buruh laki-laki dengan buruh perempuan. Masalah-masalah lain seperti cuti hamil menjadi bagian yang di kritisi olehnya, karena tidak sesuai dengan amanat undang-undang serta cenderung dipersulit.

“Kami masih menemukan adanya kesenjangan upah antara buruh laki-laki dan buruh perempuan. Permasalahan terhadap pengaturan mengenai cuti hamil pun masih menjadi kendala bagi buruh perempuan. Padahal telah diatur dalam UU pasal 82 No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” tandasnya

Sementara itu, Ketua Umum HMI Badko Jawa Barat Aman menjaskan, langkah kedepan HMI Badko Jawa Barat akan ada pengawalan kebijakan serta regulasi yang diambil oleh pemerintah.

“Kedepan Badko HMI Jawa Barat akan mengawal kebijakan dan realisasi aturan pemerintah mengenai kesejahteraan dan perlindungan hak-hak buruh, khusunya buruh perempuan. Dan apa yang kami lakukan hari adalah bentuk kepedulian secara real mahasiswa berjuang bersama untuk kepentingan kaum buruh,” pungkasnya.

(*)

Komentar

News Feed