oleh

Ketua DPD PDIP Jabar Ingin Pileg dan Pilpres Selanjutnya Dipisah

Berkeadilan.com, Tasikmalaya -Ketua DPD PDIP Jawa Barat, TB Hasanuddin melakukan inspeksi pemantauan penghitungan suara di tiap DPC PDIP se-Jawa Barat. Termasuk hari ini, Kang Hasan, sapaan akrabnya, memantau DPC Ciamis, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (24/04/2019).

“Dari kemarin saya keliling mulai dari Karawang, Cirebon, Kuningan. Pagi ini saya ke Ciamis, Tasik dan Garut. Besok ke Purwakarta, Bekasi, Bekasi,” terangnya.

Dalam pantauannya tersebut, Kang Hasan menemukan  keterlambatan penghitungan suara di DPC akibat dari lambatnya pleno di PPK. “Ternyata kenapa penghitungan di DPC terlambat, 60 persen lebih PPK belum melaksanakan pleno,” tambahnya.

Kang Hasan mengatakan, pada penghitungan di PPK ada terjadi penambahan suara sehinga memaksa untuk membongkar lagi kotak suara untuk dilakukan hitung ulang.

“Mohon maaf, ada penambahan suara bagi salah satu partai dan itu membuat prosesnya lama harus bongkar lagi kotak suara. Bayangkan saja dari 13 suara di tambah 10 suara pan jadi lebih. Dan itu penambahan stagnan diangka 10,” tambahnya.

Kang Hasan juga menyinggung banyaknya korban meninggal pada proses pemilu kali ini. Hal itu menurutnya harus dievaluasi secara mendalam.

“Ya banyak kelelahan, ini harus dievaluasi lebih mendalam, ke depannya pileg dan pilpres harus dipisahkan, toh biayanya sama besarnya, hanya saja resiko kelelahan mungkin bisa diminimalisir,” pungkasnya. (red)

Komentar

News Feed