oleh

Tanggapi Soal Debat Capres, TB Hasanuddin: Prabowo Terlalu Meremehkan Perjuangan Keras Prajurit TNI

Berkeadilan.com, Bandung – TB Hasanuddin yang merupakan mantan perwira TNI dengan pangkat Mayor Jenderal ini angkat suara terkait hasil debat capres soal tema pertahanan dan kemanan semalam, Sabtu (31/3/2019). Hasanuddin menilai anggaran alutsista yang dikucurkan pemerintahan Presiden Jokowi sudah cukup memadai bahkan terus mengalami kenaikan.

“Bayangkan saja tahun 2001 anggaran alutsista hanya Rp25 Triliun, namun sekarang naik 4 kali lipat lebih menjadi Rp107 Triliun,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ini di Bandung, Minggu (31/3/2019).

Saat ini kata, Hasanuddin, Indonesia menempati urutan ke-15 dalam jajaran peringkat militer terkuat sedunia setelah Amerika Serikat, Rusia, Cina, India, dan Prancis, yang menempati urutan pertama hingga kelima.

“Ini merupakan salah satu bukti TNI kita disegani oleh negara lain di dunia,“ kata dia.

Hasanuddin menambahkan di tingkat regional, TNI merupakan satuan militer terbesar di Asia Tenggara. Mengungguli Vietnam dan Thailand di urutan ke-2 dan ke-3. Prestasi ini disebabkan bonus demografi yang membuat TNI surplus banyak pasukan, baik tentara aktif maupun tentara cadangan yang mencapai lebih dari 800 ribu personel.

“Tentara kita ungggul di Asia Tenggara, bahkan dalam beberapa kompetisi, TNI selalu mampu meraih prestasi,” ujar dia.

Hasanuddin juga sepakat dengan calon presiden 01 Joko Widodo yang menyebut tantangan di masa depan adalah perang teknologi sehingga pembangunan alutsista menjadi sangat penting.

“Pemerintahan Jokowi lebih memilih membangun sistem alutsista daripada membeli dari negara lain. Dalam 5 tahun terakhir saja PT. PAL sudah bekerjasama dengan Korea Selatan membuat 2 kapal selam produk bersama, 1 kapal selam lagi dibuat di Surabaya. Kapal selam yang akan datang murni dibuat oleh putra putri Indonesia,” ungkapnya.

Hasanuddin menambahkan, sesuai Renstra MEF III ( minimal essensial force) diprogramkan minimal 10 kapal selam akan diproduksi oleh PT. PAL yang notabene murni karya anak bangsa. PT. DI juga menurutnya terus bekerja sama dengan Korea Selatan dalam program KF-X / IF-X Project. Prototipe pesawat tempur generasi ke – 5 sedang dibangun bersama, rencananya tahun 2021 yang akan datang model pesawat tempur ini akan melaksanakan terbang perdana. Pesawat ini nantinya akan menutup kebutuhan squadro-squadron tempur TNI AU ke depan.

Adapun produk-produk yang sudah dihasilkan oleh PT. DI untuk alutsista TNI menurutnya juga sudah banyak dihasilkan, antara lain: pesawat angkut ringan NC 212, Helikopter serbu Bell 412, Helikopter serang NBO 105 (untuk TNI AD). Patroli laut jarak jauh CN 235 MPA, Helikopter anti kapal selam AS 565, Helikopter angkut Bell 412 (untuk TNI AL). Pesawat angkut medium CN 295, Helikopter tempur SAR EC 725 Cougar, Heli Taktikal NAS 332 Super Puma (Untuk TNI AU).

“PT. Pindad juga seperti kita ketahui telah memproduksi senjata serbu paling akurat SS 2 yang selalu menjadi juara dalam setiap pertandingan internasional. Juga sekarang bekerjasama dengan Turki membuat medium Tank yang di berinama : Harimau, dan sudah mulai diproduksi untuk kepentingan TNI AD,” katanya.

“Jadi sudah banyak karya-karya anak bangsa untuk membangun kekuatan TNI yang kuat dan handal,” tuturnya.

Hasanuddin menambhakan, para prajurit TNI juga di sela-sela tugas pokoknya melaksanakan penugasan tempur, penjagaan di perbatasan2 dan tugas-tugas lainnya mereka juga giat mempelajari alutsista baru, bahkan sebagian diberangkatkan menuju beberapa negara untuk belajar alih tehnologi .

“Jadi sangat disayangkan kalau kemudian Pak Prabowo terlalu meremehkan perjuangan keras para prajurit TNI selama ini dalam membangun TNI yang efektif, efisien dan berteknologi tinggi,” tutupnya.(red)

Komentar

News Feed