oleh

Waduh !! Nama Sahabat Prabowo Subianto Muncul Terkait Kasus

-Hukum, Nasional-33.914 views

Berkeadilan.com – Mantan Artis sekaligus, aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet sudah mengakui kebohongan terkait kasus penganiayaan. Namun Ratna menegaskan tidak menyebarkan hoax alias berita bohong tersebut.

“Saya sudah minta maaf, jadi nggak ada kaitannya lagi. Aku sudah mengakui kebohongan,” ujar Ratna setelah mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (26/3).

Dalam agenda sidang kelima ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadiri enam orang saksi. Tiga orang saksi dari pihak kepolisian yaitu Niko Purba, Mada Dimas, dan Arief Rahman. Kemudian tiga orang saksi lainnya, dokter dari RSK Bedah Bina Estetika dr. Sidik Setiamihardja, drg. Desak Asita Kencana, dan Kepala Perawat Aloysius Sihombing.

Dalam kasus ini, Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang hukum pidana. Selain itu, JPU juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “JPU menilai Ratna Sarumpaet telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar SARA.”

Ratna Sarumpaet, ibu dari aktis cantik (Atiqah Hasiholan) ini juga membenarkan keterangan dari para saksi, yang di hadirkan yakni penyidik Polda Metro Jaya dan dokter RS Bedah Bina Estetika.

Nama Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak disebut-sebut oleh saksi dari kepolisian AKP Niko Purba, sebagai pihak yang paling awal menyebarkan hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

Lalu bagaimana dengan komentar Politisi Gerindra (Fadli Zon) sekaligus sahabat Prabowo Subianto, yang namanya muncul dalam sidang terkait kasus hoax tersebut, berikut komentar Fadli Zon. Sebagaimana dilansir detik.com, selasa (26/3/2019).

“Saya kira nggak ada ya. Dari keterangan saya yang lalu, juga nggak ada sama sekali (saya yang menyebarkan hoax penganiayaan Ratna). Waktu itu sudah dijelasin. Ya, kita lihat saja prosesnya.”

Fadli juga menjelaskan bahwa, dirinya memang menerima laporan soal penganiayaan itu dari Ratna secara langsung. Namun, lanjut Fadli, dirinya saat itu tidak mengetahui soal kebohongan Ratna.

“Itu kan laporan dari seseorang ya, kita nggak tahu apakah laporan itu adalah kebohongan.’ Kalau ada orang yang mengatakan kita yang menyebarkan, tugas DPR itu adalah menerima pengaduan masyarakat dan itu dilindungi UU,” imbuh Wakil Ketua DPR itu. (rei)

Komentar

News Feed