oleh

21 Tahun Reformasi Kondisi Kebangsaan Masih Semakin Memburuk dan Cenderung Melenceng Dari Cita Cita Semula

-Nasional-25.695 views

JAKARTA, berkeadilan.com – Yayasan Solusi Pemersatu Bangsa (Gerakan UNITI Indonesia) bekerjasama dengan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (DPP IPKI) menggelar diskusi kebangsaan ke dua bertajuk Meneruskan Reformasi dan Menjaga Cita-Cita Proklamasi di Auditorium Museum Nasional Jakarta, Selasa (26/03/2019)

“Sudah lebih dari dua dasa warsa, sejarah kita mencatat bahwa mahasiswa dan pelajar telah memberikan andil yang besar dalam melakukan perubahan pada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di republik kita yang tercinta ini, itu dimulai dengan berakhirnya masa kepemerintahan presiden Soeharto yang merupakan tuntutan reformasi,” kata Ketua Umum UNITI Indonesia Baskara Sukarya saat membuka diskusi

Baskara menjelaskan, tuntutan reformasi saat itu adalah mengadili presiden Soeharto beserta kroni kroninya, melaksanakan amandemen UUD 1945, menghapuskan dwi fungsi ABRI, pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya, menegakkan supremasi hukum, dan menciptakan pemerintahan yang adil, makmur dan bebas dari KKN.

“Terlepas dari siapa dalang daripada gerakan reformasi tersebut, kita semua harus mengakui bahwa gerakan reformasi ini telah membawa perubahan yang besar kepada bangsa dan negara kita,” ungknya

Menurut Baskara, keberlanjutan kepemimpinan pemerintah negara kita pasca reformasi dengan segala perubahannya membawa banyak catatan prestasi, akan tetapi jangan kita lengah dan berbangga diri, karena masih banyak agenda reformasi yang belum mencapai tujuannya, bahkan disana sini kita melihat bahwa reformasi ini cenderung melenceng dari cita-cita semula.

“Penegakkan hukum, pemberantasan KKN dan dalam kasus tertentu masih berjalan ditempat, dan ada kecenderungan itu tumpul keatas dan tajam kebawah,” tegasnya

Selain itu, penghapusan dwi fungsi ABRI juga sebagai simbol tegaknya supremasi kekuatan sipil, malah membuat tumbuh suburnya kelompok kelompok radikal yang mengacu pada ideologi import, khususnya kemajuan media sosial dan era digital, dimana begitu derasnya informasi ini masuk, kalu ini tidak disikapi dengan bijak maka mental anak bangsa akan menjadi rusak. Oleh kare itu, kita harus membekali mereka dengan ideologi Pancasila

Sementara itu, amandemen UUD 1945 yang tujuan saat itu untuk merubah pasal yang berkaitan dengan masa jabatan presiden, kita lihat sudah kebablasan sehingga amandemen tersebut membuat batang tubuh UUD 1945 sudah banyak yang keluar dari pembukaan dari UUD 1945 itu sendiri.

21 tahun reformasi berjalan memang ada hal-hal yang baik, tetapi kita juga lihat kondisi kebangsaan masih semakin memburuk. “Diperlukan ada kebijakan dan langkah-langkah yang strategis, bangsa ini untuk kembali menetapkan tujuan dan arah kompas bangsa ini menuju cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945 sebagaimana diamanatkan oleh bapak-bapak pendiri bangsa kita,” pungkasnya

(rusdi)

Komentar

News Feed