oleh

Kakanwil Kemnag NTB : Tempat Ibadah Jangan Digunakan Untuk Berpolitik Dan Jangan Menyebar HOAX

-Suara Citizen-10.679 views

Mataram, berkeadilan.com – Menjelang Perhelatan Akbar pada tanggal 17 April 2019 mendatang, kita bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke akan menggelar pesta demokrasi yaitu Pileg dan Pilpres secara serentak.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemnag) Nusa Tenggara Barat ( NTB ) Haji Nasruddin S.Sos, M.Pdi. disela -sela kesibukan, pada Jum’at (15/3) di Mataram.

Kakanwil Kemenag yang santun ini menjelaskan, pesta Demokrasi Pileg dan Pilpres tersebut harus kita sambut dengan gembira. Jangan saling bermusuhan, jangan tebarkan fitnah dan Hoax.

Bahwa untuk menghargai dan menghormati pesta demokrasi Pileg dan Pilpres secara jujur dan adil (Jurdil) tersebut, putra Indonesia kelahiran Lotim NTB ini mengingatkan kepada semua tokoh tokoh Agama/Pengurus dan Takmir Masjid.

Pengurus Gereja, Pengurus Pura, Pengurus Klenteng dan lain lain agar tempat tempat ibadah tidak disalah gunakan.

“Tempat tempat ibadah itu jangan di gunakan untuk berpolitik dan jangan pula digunakan menyebar Hoax,” tegasnya

Menurut dia, tempat tempat suci itu misalnya Masjid, Mushollah, Kleteng, Pura, Gereja dan lain lain, jangan digunakan untuk kepentingan politik. Tetapi lanjut Kakanwil yang berwajah ganteng ini, tempat tempat suci itu hanya digunakan untuk kepentingan beribadah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa

Diingatkan pula bahwa tempat tempat suci itu harus kita menjaga netralitas dan kenyamanan ummat untuk beriadah kepada Tuhan yang Maha Esa

Tempat tempat suci itu hanya untuk beribadah. Tidak boleh ditawar-tawar lagi karena sudah jelas diatur oleh peraturan dan undang-undang maupun agama

Sebagai warga negara yang baik, kita harus berdemokrasi, menghargai pendapat orang lain walaupun tidak sejalan dengan pikiran kita.

“Taat aturan yang telah dibuat pemerintah dan agama serta jangan kita menyebarkan Hoax,” tutupnya.

(Taqwa)

Komentar

News Feed