oleh

Garda Nawacita Soroti Dugaan Pemalsuan Dokumen Yang Melibatkan Anak Buah Prabowo Subianto

-Headline, Hukum-17.255 views

Berkeadilan.com – Diduga terjadi pemalsuan dokumen atas nama perangkat desa terkait dengan jual beli lahan tanah yang dilakukan politisi Gerindra disorot Komite Nasional Garda Nawacita.

Kejadian ini mengakibatkan, munculnya dugaan pembayaran Lahan fiktif di desa Bobane Jaya, Kecamatan Patani Barat oleh Bagian Pemerintahan Pemda Kabupaten Halmahera Tengah.

“Negara jangan lemah dan penegakkan hukum itu wajib. Untuk itu, kasus tersebut harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah, BPK dan  penegak hukum di Halmahera Tengah,” ujar Abdullah Kelrey, Ketua Komite Nasional Garda Nawacita, Kamis  (7/3).

“Harus jadi fokus utama, karena di atas lahan itu, sudah sejak lama berdiri bangunan sekolah dan tidak ada masalah soal kepemilikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, ketika adanya temuan BPK, baru, masyarakat tahu, adanya proses jual beli lahan tersebut. “Ini ada apa? Jangan-jangan ada permainan antara kedua pihak, yaitu bagian pemerintah Pemda Halteng dan politisi Gerindra itu?,” tanya Kelrey.

“Seharusnya Pemda Halteng  melakukan verifikasi sebelum melakukan pembayaran, ini kok langsung main bayar, jadi patut kita duga adanya permainan di sini,” tegas Kelrey.

Kelrey juga berjanji akan mendorong kasus ini sampai ke BPK RI. “Dan dalam kesepatan ini, kami juga dengan hormat minta Capres Prabowo Subianto menasehati anak buahnya itu,” pintanya.

Untuk diketahui sebelumnya, Pemerintahan Kabupaten Halteng telah melakukan pembayaran lahan di desa Bobane Jaya Kecamatan Patani Barat Kabupaten Halmahera Tengah pada tahun 2018 lalu. Pembayaran ini ditemukan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Komentar

News Feed