oleh

Sandiaga Uno Diduga Terlibat Korupsi?

-Hukum, Nasional-26.807 views

Berkeadilan.com – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebut PT Duta Graha Indah (DGI) merupakan milik Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno. Nazaruddin mengetahui informasi ini dari Direktur Utama PT DGI Dudung Purwadi yang menjadi terdakwa dalam kasus korupsi proyek Wisma Atlet dan Rumah Sakit Universitas Udayana.

Hal ini diungkapkan Nazaruddin saat menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi proyek Wisma Atlet dan RS Universitas Udayana dengan terdakwa Dudung di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

“Saya kenal Sandi sebagai pemilik PT DGI. Terdakwa juga pernah bilang kalau mayoritas PT DGI 100 persen dipegang Sandi,” ujar Nazaruddin. Di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, (07/09/2017)

Ia juga mengaku pernah bertemu dengan Sandi dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Dalam pertemuan itu pihaknya membicarakan tentang dukungan bagi Anas untuk maju menjadi calon presiden.

Namun, Sandiaga Uno selaku mantan komisaris PT Duta Graha Indah mengaku tidak kenal dengan Nazaruddin, terpidana kasus Wisma Atlet. Dia meyakini tidak terlibat dalam dua kasus dugaan korupsi yang salah satunya adalah kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet.

“Saya meyakini dalam kedua kasus itu tak terlibat. Untuk itu saya akan klarifikasi. Saya tidak kenal dengan Pak Nazaruddin, saya tidak berkomunikasi dengan beliau,” ujarnya di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/5).

Namun, Sandiaga mengatakan mengenal dengan Anas Urbaningrum yang kini menjadi terpidana kasus korupsi proyek Hambalang. Perkenalan ini terjadi dalam sebuah diskusi tentang peran pemuda di mana saat itu Sandiaga masih sebagai ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

“Sama Anas saya kenal, beliau adalah tokoh pemuda, saya ketua umum HIPMI saat itu. (Kami pernah bertemu) dalam diskusi tentang peran pemuda,” katanya.

Sandiaga dalam kesempatan itu membantah pernyataan Nazaruddin yang sempat menyebut bahwa Anas pernah meminta Rp 100 miliar kepada Sandiaga. “Sama sekali tidak benar, itu hoax. Saya sama sekali tidak terlibat, sama sekali tidak terlibat,” ucapnya.

Sandiaga memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia tiba di kantor KPK pada sekitar pukul 10.00 WIB, untuk diperiksa sebagai saksi atas tersangka Dudung Purwadi selaku mantan dirut PT Duta Graha Indah.

Dudung adalah tersangka dalam dua kasus berbeda. Dua kasus tersebut adalah dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Wisma Atlet dan gedung serbaguna pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan.

Kasus kedua adalah dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas 2009-2011.

Komentar

News Feed