oleh

Gubernur BI ; Nilai Tukar Rupiah Masih Undervalued

-Ekonomi, Nasional-28.244 views

BERKEADILAN.COM – Nilai tukar Rupiah terhadap US$ pada Jumat (8/2/2019), tidak menunjukkan penguatan tapi juga tidak melemah, di mana 1 US$ dibanderol Rp 13.970.

Meskipun demikian, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai, secara fundamental nilai tukar Rupiah masih terlalu murah atau undervalued.

“Hitung-hitungan fundamental, nilai tukar Rupiah kita masih undervalued, baik hitung-hitungan dalam bentuk inflasi yang rendah dan prospek ekonomi yang lebih baik, dan juga neraca pembayaran secara triwulan baik,” ujar Perry di Gedung BI, Jumat (8/2/2019).

Untuk menjaga agar nilai tukar Rupiah stabil dan bisa menguat, Perry menjelaskan akan fokus pada kebijakan moneter terhadap suku bunga. Sedangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pihaknya akan menerapkan kebijakan moneter likuiditas.

“Sampai sejauh ini kami memegang arah kebijakan yang hampir mencapai puncaknya. Jadi kebijakan moneter suku bunga masih diarahkan menjaga stabilitas eksternal, untuk nilai tukar Rupiah dan menurunkan defisit transaksi berjalan. Sedangkan, kebijakan likuiditas kami arahkan pro growth, pro pertumbuhan.”

Selain itu, Perry Warjiyo juga melihat arah kebijakan Bank Sentral di berbagai kawasan mulai melunak. Perry menjelaskan, arah kebijakan moneter Bank Sentral India dan Thailand mulai netral.

Menurut Perry, penerapan kebijakan moneter oleh Bank Sentral di berbagai negara, tentu berbeda-beda dan telah menyesuaikan kondisi ekonomi dalam negara tersebut. Namun, di tahun 2019 ini, arah kebijakan moneter global menunjukkan indikasi netral dan tidak seketat di tahun sebelumnya.

Esensinya arah kebijakan moneter global, khususnya di AS tidak seketat yang kita perkirakan sebelumnya. Kenaikkan suku bunga normatif tidak setinggi yang diperkirakan, paling banter [Bahasa Jawa “cepat atau kuat”] naik dua kali, ada yang memperkirakan satu kali, bahkan tidak naik sama sekali. Tapi masih ada ketidakpastian. Bagaimana respons masing-masing Bank Central ditentukan kondisi masing-masing negara.ujar Perry

Komentar

News Feed