oleh

KPK Bidik Politikus Partai Demokrat

-Megapolitan, Polhukam-28.979 views

BERKEADILAN.COM – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diterjunkan ketika Gubernur Papua Lukas Enembe dan jajarannya bersama Ketua DPRD Papua Yunus Yonda menggelar rapat membahas APBD Papua tahun anggaran 2019, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2).

Beberapa orang disebar di dalam maupun luar hotel. Salah seorang penegak hukum di KPK mengakui malam itu pihaknya tengah memantau gerak-gerik Lukas dan kawan-kawan.

Namun, nahas tugas belum tuntas, dua penyelidik KPK dari tim tersebut justru tertangkap basah pejabat Papua. Kedua penyelidik itu kemudian mendapat perlakuan tak mengenakan dari rombongan pejabat Papua itu. Mereka diduga mengalami penganiayaan.

Salah satu penyelidik KPK bahkan mengalami retak di bagian hidung dan harus menjalani operasi. Tindakan main hakim sendiri itu telah dilaporkan KPK ke Polda Metro Jaya. Saat ini laporan tersebut telah naik ke tingkat penyidikan.

Laporan ke polisi itu dibalas laporan juga oleh Pemprov Papua atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan ini dibuat lantaran satu dari dua penyelidik KPK yang tertangkap sejumlah pejabat Papua menemukan percakapan pesan WhatsApp berisi tentang kepastian akan ada penyuapan dalam rapat anggaran Pemprov bersama DPRD Papua.

Namun, Pemprov Papua membantah soal penyuapan itu. Mereka mengaku nama baiknya tercemar atas pesan singkat dimaksud.

Selain itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang enggan mengiyakan bahwa pihaknya tengah membidik politikus Partai Demokrat tersebut.”Belum boleh komen tentang itu. Nanti kalau sudah saatnya,” kata Saut kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/2).

Saut hanya mengatakan pihaknya saat ini punya misi membenahi pemberantasan korupsi di wilayah Papua. “Peta wilayah itu masih merah,” ujar Saut merujuk pada kategori level korupsi di Papua.

Komentar

News Feed