oleh

GPI Cegah Masjid Tak Terlalu Jauh Dikte Umat Soal Pilihan Politik

-Polhukam-23.743 views

Berkeadilan.com – Ketua Bidang Perkaderan PP Gerakan Pemuda Islam (GPI), Zulham Arif menilai bahwa seluruh rakyat khususnya umat Islam bebas menentukan sikap politiknya sendiri. Bahkan itu merupakan hak asasi yang tidak boleh dipaksakan.

“Kita sering katakan, bahwa persoalan pilihan politik itu adalah hak asasi dan hak individu, itu hak dan tidak ada yang melarang,” kata Zulham usai diskusi keummatan di Masjid Al Fatta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Sementara terkait dengan banyaknya masjid dijadikan lahan untuk berkampanye dan berpolitik praktis sampai memaksakan pilihan politik umat, Zulham menegaskan bahwa pihaknya sangat tidak sepakat.

“Sebetulnya kan masjid tidak boleh mendikte sampai ke ruang bilik pemilih. GPI tidak setuju kalau begitu,” tegasnya.

Pun jika ada narasi politik yang disuarakan di dalam Masjid, Zulham menegaskan konten tersebut tidak dalam rangka partisan terhadap kelompok politik tertentu.

“Kalau masjid dijadikan sarana untuk memberikan informasi kedua belah pihak silahkan dan itu lebih adil. Bukan masjid hanya memberikan informasi berat terhadap salah satu (paslon),” tuturnya.

Sekali lagi, Zulham menegaskan bahwa GPI sangat tidak sepakat jika masjid dijadikan instrumen politik praktis.

“Masjid itu memberikan informasi yang benar, yang objektif tentang kedua pasangan ini. Dengan catatan kemudian dibahasan kembali kepada pilihan umat,” terangnya.

“Tapi jika Masjid secara institusional digiring utk berpihak, di sini yang kami tidak setuju,” tutupnya.

Komentar

News Feed