oleh

Hari HAM Dunia, KNSR Desak Pemerintah Myanmar Segera Hentikan Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya

-Polhukam-24.428 views

JAKARTA, berkeadilan.com – Peringati hari HAM se-Dunia yang jatuh 10 Desember 2018 ini, sejumlah kompok masyarakat yang tergabung dalam Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) kembali mendatangi kantor Kedutaan Besar Myanmar Jakarta, (10/12)

Mereka mendesak pemerintah Myanmar segera menghentikan kekerasan atas etnis Rohingya, serta mengembalikan Hak Asasi etnis Rohingya untuk
mendapatkan kewarganegaraan yang setara dengan etnis lain di Myanmar

Presiden KNSR Syuhelmaidi Syukur menjelaskan, kekerasan yang dialami etnis Rohingya sudah berlangsung lama, bahkan semakin hari
semakin tidak ada akhir penyelesaiannya. Sementara Dewan HAM PBB sudah menetapkan pemerintahan dan Tentara Nasional Myanmar telah melakukan kejahatan besar, yakni : Genocide (penghapusan etnis), Crimes Against Humonity (kejahatan kemanusiaan) dan War Crimes (kejahatan perang)

Syuhelmaidi mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang dimotori oleh lembaga anggota KNSR dan lembaga lain yang memiliki perjuangan yang sama untuk Rohingya, termasuk instutisi Wakil Rakyat yang ada di DPR RI, agar terlibat aktif dan bersatu dalam memperjuangkan nasib
etnis Rohingya sampai mereka mendapatkan kembali hak-hak asasinya dan penjahat
kemanusiaan atas mereka diadili dengan seadil-adilnya

Kita kembali kesini untuk menyuarakan kepada dunia tentang kekejaman atas etnis roningya. Kami akan terus melakukan aksi disini sampai kedubes Myanmar mengabulkan tuntutan kami.

“Saat ini ada sekitar 7000 etnis Rohingya yang terlunta lunta dinegara lain, bahkan ada negara yang tidak mau menerima dengan terpaksa mereka harus hidup dilautan,” kata Sekjen KNSP Ibnu Khajar saat orasi

Hari HAM yang dirayakan setiap tahun ini, namun tidak pernah ada hasil untuk membela etnis Rohingya. Suara rakyat Rohingya harus didengarkan karena faktor kemanusiaan, harus ada disetiap negara ini.

“Bukan masalah agama yang kita permasalahkan, tapi ini masalah Hak Asasi Manusia. Oleh karenanya, kita akan terus membela kaum tertindas etnis Rohingya, karena mereka juga saudara-saudara kita yang wajib untuk kita tolong,” pungkasnya.

(rusdi)

Komentar

News Feed