oleh

Wiranto : 100 Tahun Mathla’ul Anwar, Tidak Pernah Ikut Terlibat Politik Praktis

-Nasional-25.627 views

JAKARTA, berkeadilan.com – Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto mengungkapkan, sejak berdirinya Ormas Islam Mathla’ul Anwar (MA), tahun 1916 M, itu tidak pernah terlibat dalam berpolitik praktis. Dirinya sangat mengapresiasi terhadap independensi MA, karena sejak berdirinya seratus tahun lalu, Ormas MA ini tidak pernah terlibat dalam politik praktis.

“Saya bangga kepada Ormas Islam Mathla’ul Anwar, yang sejak berdirinya sampai sekarang tidak pernah ikut terlibat dalam politik praktis, namun MA selalu menjaga kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tagas Wiranto saat membuka Rakernas II MA, di Jakarta, Sabtu (8/11).

Wiranto yang juga sebagai Ketua Dewan Penasehat MA ini menjelaskan, Mathla’ul Anwar itu sendiri Ormas Islam yang merupakan Infrastruktur Agama di Indonesia yang didirikan pada bulan Ramadhan 1334 H atau 10 Juli 1916, oleh KH. E. Mohammad Yasin, KH. TB. Mohammad Sholeh, dan KH. Mas Abdurrahman serta dibantu oleh sejumlah Ulama dan Tokoh Masyarakat di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang – Banten yang concent dibidang Dakwah, Pendidikan dan Sosial.

MA didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah pada 18 November 1912 M, oleh KH Ahmad Dahlan di Kauman Yogyakarta, lalu kemudian setelah 10 tahun Mathla’ul Anwar berdiri, barulah NU berdiri pada 31 Januari 1926 oleh KH. Hasyim Asy’ari di Surabaya Jawa Timur.

Ormas Islam yang sudah berusia lebih dari satu abad itu, saat ini mengelola ratusan lembaga pendidikan dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Misi awal pendirian MA adalah melakukan purifikasi ajaran Islam dengan memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan churafat). 

Mantan Panglima TNI di era Presiden Gusdur ini menghimbau, kepada seluruh warga MA, umumnya masyarakat Indonesia bahwa kita harus menjaga dan mewariskan semangat toleransi bangsa kita, karena kemerdekaan Indonesia diraih dengan semangat toleransi dan semangat kebangsaan, jika tidak ada keduanya maka tidak ada NKRI. Ini sejalan dengan tema yang dibangun di acara Rakernas MA, yakni “Revitalisasi Peran dan Kontribusi Mathla’ul Anwar dalam Merawat NKRI”.

“Merawat NKRI harus kita wujudkan sebagai implementasi dari UUD 1945 yaitu cita-cita negara, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan begitu, Indonesia terjaga keamanannya,” pungkasnya.

(roby)

Komentar

News Feed