oleh

Peringati 70 Tahun HAM Internasional, Falun Dafa Suarakan Keadilan dan Martabat Kemanusiaan

-Nasional-33.499 views

JAKARTA, berkeadilan.com – Peringatan 70 tahun hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-Dunia (10 Desember 1948 – 10 Desember 2018), dimanfaatkan oleh puluhan praktisi Falun Dafa yang tergabung dalam Himpunan Falun Dafa Indonesia atau Falun Gong menggelar aksi damai di bunderan Patung Kuda Indosat Jakarta, Sabtu (8/12).

Dalam aksinya mereka menyerukan kebebasan, keadilan dan martabat kemanusiaan bagi praktisi Falun Dafa di Tiongkok.

Masa aksi yang memakai seragam kuning ini, membentangkan spanduk diantaranya : Memperingati hari HAM sedunia, penindasan falun gong di Tiongkok belum berakhir, adili Jiang Zemin, dalang Genosida. Praktisi falun gong di tiongkok di bunuh karena organnya. Hentikan penindasan terhadap praktisi Falun Gong di China

Koordinator aksi Karnadi mengungkapkan, tanggal 10 Desember 1948, merupakan hari bersejarah, saat diadopsinya deklarasi universal HAM oleh Majelis Umum PBB. Namun kata Karnadi, setelah tujuh dekade belalu, praktisi falun dafa di Tiongkok daratan, hari ini masih menghadapi penganiayaan kejam hanya karena mereka meditasi falun dafa, dan menempa jiwa mereka dengan prinsip universal “sejati-baik-sabar”.

“Bukan saja hak kemerdekaan mereka dilanggar, melainkan hak yang paling dasar yaitu hak hidup mereka juga terancam, karena mereka percaya pada falun dafa dan prinsipnya,” tambahnya

Tahun 1992, Masterl Li Hongzhi memperkenalkan falun dafa kepublik, karena dirasa besar manfaatnya bagi kesehatan fisik, dan mental, berkembang pesat di Tiongkok, bahkan penyebaran falun dafa ke eropa dipromosikan oleh kedubes Tiongkok, seperti di Paris dan Swedia. Namun setelah berkembang semakin pesat, rejim komunis khawatir dengan eksistensi mereka sendiri.

Ideologi kumis yang berbasis pada kebohongan, adu domba antar golongan, kekerasan dan opini tunggal, menjadi amat kontras dengan prinsip “sejati-baik-sabar”. Tahun 1999, angka praktisi falun dafa diperkirakan sekitar 100 juta, ini telah melampui jumlah anggota partai komunis.

Dijelaskan Karnadi, pada 20 Juli 1999, mantan sekjen partai komunis Tiongkok Jiang Zemin memberi perintah untuk memusnahkan falun dafa dalam kurun waktu tiga bulan, kebijakan genosida partai komunis tersebut merajalela dan diluar nalar dan nurani manusia.

“Jiang Zemin memerintahkan bawahannya untuk bebas membunuh praktisi falun dafa, tak hany itu mereka masih ingin meraih keuntungan besar dengan mengambil organ tubuh praktisi falun dafa yang ditahan di penjara Tiongkok, serta memperdagangkan kepada pasien transplantasi manca negara, termasuk pasien dari Indonesia,” tambah dia.

Dalam aksi itu, Karnadi minta dukungan moril kepada masyarakat, dukungan itu dinilai akan membawa harapan ditengah kegelapan, karena menunjukkan bahwa nurani masih ada dan bersemi dihati kita semua.

“Kami percaya dukungan moril dari masyarakat dapat membantu mengakhiri penganiayaan brutal ini yang telah berlangsung 19 tahun,” pungkasnya.

(rusdi)

Komentar

News Feed